PNM Terbitkan Orange Bonds Pertama di Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menorehkan sejarah dalam industri keuangan nasional dengan menerbitkan Orange Bonds pertama di Indonesia, instrumen pembiayaan yang secara khusus dirancang untuk mendukung pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui program ultra mikro.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menorehkan sejarah dalam industri keuangan nasional dengan menerbitkan Orange Bonds pertama di Indonesia, instrumen pembiayaan yang secara khusus dirancang untuk mendukung pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui program ultra mikro.
Obligasi sosial ini diterbitkan dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan total nilai mencapai Rp6 triliun untuk obligasi dan Rp10 triliun untuk sukuk. Dana hasil penerbitan akan disalurkan ke program-program unggulan PNM seperti PNM Mekaar dan PNM Mekaar Syariah yang selama ini menyasar perempuan yang belum memiliki akses ke lembaga keuangan formal (unbankable) di berbagai pelosok Indonesia.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan bahwa penerbitan Orange Bonds ini merupakan langkah nyata PNM dalam mendorong keuangan yang berdampak dan berkelanjutan. “Orange Bonds menjadi alat investasi sekaligus penggerak transformasi sosial,” ujar Arief dalam keterangannya, Selasa (1/7).
Obligasi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 5 yang menekankan pentingnya kesetaraan gender. Selain sebagai inovasi keuangan, penerbitan ini juga merupakan kontribusi nyata untuk menjawab kebutuhan pendanaan besar dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp24.000 triliun hingga 2030.
Pada tahap pertama, PNM berhasil menghimpun Rp1 triliun dari obligasi yang ditawarkan dalam tiga seri dengan kupon kompetitif berkisar antara 6,25 persen hingga 6,85 persen per tahun. Sementara itu, Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange diterbitkan sebesar Rp1,75 triliun, juga dalam tiga seri, yang menawarkan imbal hasil setara obligasi namun berbasis prinsip syariah.
Kredibilitas instrumen ini diperkuat dengan peringkat tertinggi dari PEFINDO: idAAA untuk obligasi dan idAAAsy untuk sukuk, yang mencerminkan prospek keuangan PNM yang sangat kuat di tengah dinamika global.
Penerbitan ini juga melibatkan dukungan dari Impact Investment Exchange (IIX), bagian dari gerakan Orange Bonds global yang memperkuat keterlibatan investor sosial di pasar modal Indonesia. Distribusi efek dijadwalkan secara elektronik pada 8 Juli 2025 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.
Arief menambahkan, PNM juga berkomitmen untuk terus memperkuat peran perempuan pelaku usaha ultra mikro melalui digitalisasi layanan, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan ekosistem usaha sebagai bagian dari misi transformasi sosial berkelanjutan.