indonews

indonews.id

Putra Nagekeo FA dan Adonara FC Harumkan Flores di Liga Anak Indonesia Seri Nusantara 2025

Dua Sekolah Sepak Bola (SSB) asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencuri perhatian dalam ajang Liga Anak Indonesia Seri Nusantara 2025 yang digelar di Lapangan Pancoran Soccer Field, Jakarta, pada 1–4 Juli 2025.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Dua Sekolah Sepak Bola (SSB) asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencuri perhatian dalam ajang Liga Anak Indonesia Seri Nusantara 2025 yang digelar di Lapangan Pancoran Soccer Field, Jakarta, pada 1–4 Juli 2025.

Putra Nagekeo Football Academy (U-12) dan Adonara FC (U-11) tampil gemilang dan berhasil menembus papan atas klasemen dalam babak penyisihan. Performa impresif kedua tim ini bahkan menuai pujian dari Direktur LPDUK INASPRO, Ferry Kong, yang secara khusus menyebut nama mereka dalam sambutan penutupan acara pada Jumat (4/7).

“Terima kasih para pemain, khusus dari Flores. Itu menunjukkan kecintaan para orang tua memberi kesempatan bagi anak-anaknya untuk hadir di Jakarta. Siapa tahu kegiatan ini nanti kita gelar di Flores,” ujar Ferry.

Kejutan dimulai ketika Putra Nagekeo FA sukses melibas lima tim tangguh dan memimpin klasemen U-12 dengan torehan 15 poin, bersaing dengan tiga tim lain. Sementara Adonara FC mencatat rekor sempurna: 6 kemenangan dari 6 laga, mencetak 14 gol tanpa kebobolan, dan menempati posisi kedua klasemen U-11.

Meskipun sama-sama harus terhenti di babak 8 besar (fase gugur), pencapaian ini tetap dianggap luar biasa, terutama mengingat keterbatasan postur tubuh anak-anak Flores dibanding lawan-lawan mereka yang lebih tinggi dan besar.

Namun, teknik, kelincahan, dan determinasi tinggi menjadikan mereka tontonan menarik sepanjang turnamen. Komentator bahkan menyebut gaya permainan Putra Nagekeo dengan istilah "goyang pica-pica", menggambarkan kelincahan dan skill tinggi mereka di lapangan.

Sayangnya, kelelahan akibat perjalanan jauh, kurangnya waktu istirahat dan asupan nutrisi, diduga menjadi penyebab turunnya performa mereka di fase gugur.

Adonara FC, di bawah asuhan pelatih Ahmad Bethan, tetap mendapat banyak apresiasi. Hendrikus Kopong (Moreno), salah satu pemainnya, bahkan dipercaya membacakan “Surat Cinta Liga Anak Indonesia” dalam acara penutupan.

Sementara Putra Nagekeo FA, dilatih oleh Donosius Dedi (Deden), mendapat dukungan langsung dari dua pemain bintang Nagekeo di Jakarta: Fransisko Emanuel Muda Kota, eks pemain Persikabo 1973 (Liga 1) dan Alexander Leonard Gratiano Gore, pemain Timnas U-12 yang akan berlaga di Gothia Cup, Swedia, bulan Juli ini.

Pencapaian kedua tim disambut hangat oleh diaspora NTT di Jakarta. Dukungan penuh datang dari Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (IKBN) Jabodetabek, Keluarga Besar Titehena Jakarta, dan tokoh-tokoh penting seperti Gories Mere, Marsellinus Ado Wawo, dan Ignaz W Mudja.

“Meski langkah PNFA terhenti di 8 besar, pencapaian ini luar biasa. Mereka sudah membuktikan bahwa PNFA adalah salah satu tim terbaik dan layak diperhitungkan,” tulis Ignaz.

Di media sosial, Veronika Ratumakin memberikan apresiasi pada Adonara FC, “Kalian adalah Pahlawan Cilik yang telah mengharumkan nama Lewotana di ibukota.”

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi selebrasi bakat-bakat muda dari timur Indonesia. Meski pulang tanpa trofi utama, Putra Nagekeo dan Adonara FC telah mencatat sejarah sebagai representasi kebanggaan NTT di panggung nasional.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas