Transformasi Pendidikan Abad ke-21: Langkah Strategis Al-Azhar BSD dalam Pengembangan Profesional Guru
Ketua Yayasan Muslim Bumi Serpong Damai (BSD), Suwito, menyampaikan bahwa Sekolah Islam Al-Azhar BSD kini tengah menapaki langkah emas dalam transformasi pendidikan global melalui program unggulan bertajuk “Professional Development on Deep Learning in STEM: A Comparative Study in Australian School.” Program ini, menurutnya, bukan sekadar perjalanan studi, tetapi merupakan bentuk nyata investasi strategis dalam pengembangan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Yayasan Muslim Bumi Serpong Damai (BSD), H. Adang Kurnia Subagdja, MBA, menyampaikan bahwa Sekolah Islam Al-Azhar BSD kini tengah menapaki langkah emas dalam transformasi pendidikan global melalui program unggulan bertajuk “Professional Development on Deep Learning in STEM: A Comparative Study in Australian School.” Program ini, menurutnya, bukan sekadar perjalanan studi, tetapi merupakan bentuk nyata investasi strategis dalam pengembangan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“Program ini adalah bukti komitmen kami untuk terus mendorong kualitas guru di era globalisasi. Tidak cukup hanya mengajar, guru juga harus mampu beradaptasi dan menginspirasi melalui pendekatan inovatif seperti deep learning dan integrasi kurikulum STEM yang kontekstual,” ujar H. Adang dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin (4?8/24).
Sebelas guru dan tiga pimpinan sekolah dari Sekolah Islam Al-Azhar BSD, didampingi langsung oleh Ketua dan Pengurus Yayasan Muslim BSD, diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan pengembangan profesional secara intensif di Australia. Program ini mendapat dukungan penuh dari yayasan sebagai bagian dari upaya mencetak pendidik berkualitas global yang siap menjawab tantangan abad ke-21.
H. Adang menjelaskan bahwa program ini terdiri dari dua tahap utama, yaitu tahap persiapan yang telah dilakukan pada 21–25 Juli 2025, dan tahap pelaksanaan yang dimulai pada 3–8 Agustus 2025 di Sydney, Australia.
“Kami sangat memperhatikan kesiapan budaya dan mental para peserta. Itulah sebabnya tahap persiapan mencakup pelatihan soft skills, simulasi komunikasi antarbudaya, serta pembekalan dari bendahara yayasan kami, Ibu Hj. Winny Rusbandi, untuk memperkuat pemahaman visi misi sekolah,” jelasnya.
Puncak dari program ini adalah workshop intensif di Al Noori Islamic School pada 5–6 Agustus, yang menghadirkan pakar pendidikan internasional seperti Joumana Dennaoui dan Farisha Khan. Materi mencakup praktik deep learning, STEM Tower Challenge, hingga Design Thinking Circle—semua dirancang untuk membekali guru dengan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain itu, peserta juga akan mengunjungi Universitas Sydney untuk menyerap praktik terbaik dari dunia pendidikan tinggi internasional. “Kami berharap, pengalaman langsung ini akan membuka wawasan baru bagi para guru. Tidak hanya dari sisi pedagogi, tetapi juga dari sisi keberanian berinovasi dan membangun jejaring global,” tambah H. Adang.
Ia juga menekankan bahwa dampak dari program ini tidak akan berhenti pada peserta yang berangkat saja. “Kami ingin ada efek domino. Guru-guru yang berangkat ini akan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, membagikan pengalaman dan inspirasi mereka kepada rekan-rekan sejawat dan seluruh komunitas pendidikan di lingkungan Al-Azhar BSD.”
Sebagai penutup, H. Adang menyatakan harapannya agar program semacam ini bisa menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berstandar global.
“Kalau kita ingin mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di panggung dunia, maka kita harus mulai dengan memastikan kualitas gurunya. Dan Al-Azhar BSD siap menjadi bagian dari perubahan besar itu,” pungkasnya.