indonews

indonews.id

Tanggapi Laporan Forum NTT Bersatu, PEKAT: Romo Patris Menjalankan Tugas Kegembalaan Sebagai Apologis, Bukan Penista Agama

Pemuda Katolik Timur (PEKAT) menyatakan sikap tegas terkait polemik pelaporan terhadap Romo Patris Allegro, Pr. ke pihak kepolisian oleh Forum NTT Bersatu.

Reporter: indonews
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemuda Katolik Timur (PEKAT) menyatakan sikap tegas terkait polemik pelaporan terhadap Romo Patris Allegro, Pr. ke pihak kepolisian oleh Forum NTT Bersatu.

Dalam keterangannya, Sekretaris Jenderal PEKAT, Rikard Djegadut, menyayangkan langkah hukum tersebut yang dinilai tidak relevan dan berpotensi memicu konflik antarumat beragama.

Menurut Rikard, apa yang disampaikan oleh Romo Patris dalam sejumlah konten video yang beredar adalah murni bentuk tanggung jawab pastoral sebagai seorang gembala umat Katolik.

"Kita sudah pelajari konten-kontennya, tidak ada niat sedikit pun untuk memprovokasi perpecahan antara umat Katolik dan umat Protestan. Romo Patris hanya menjawab tuduhan dan serangan yang datang dari oknum umat Protestan," ujarnya dalam keterangan kepada media, Senin (4/8/25).

Ia menegaskan bahwa konten-konten Romo Patris bersifat apologetis, yakni bagian dari ilmu teologi yang bertujuan membela iman Katolik. "Beliau tidak memicu perdebatan, apalagi perpecahan. Tidak ada diskusi terbuka yang memancing konflik. Yang ada adalah penjelasan yang sistematis dan ilmiah tentang ajaran Gereja Katolik," tambah Rikard.

Rikard juga menyebut bahwa serangan terhadap Romo Patris datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kupang, tetapi juga dari Manado, Makassar, Ambon, hingga Medan. "Maka, jika Romo Patris membela imannya, itu adalah hak dan kewajibannya sebagai imam Katolik," tegasnya.

Lebih lanjut, PEKAT menilai pelaporan oleh Forum NTT Bersatu justru berpotensi menebarkan semangat perpecahan dan intoleransi. "Kami mengimbau aparat kepolisian untuk bijak dalam menyikapi laporan ini. Jangan sampai hukum dijadikan alat untuk membungkam tugas-tugas keagamaan," ujar Rikard.

Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa pihak kepolisian akan mampu melihat substansi persoalan ini secara objektif dan tidak terburu-buru menariknya ke ranah pidana. "Kami percaya polisi akan bijaksana dalam menanggapi laporan yang jauh dari dugaan penistaan agama ini," tutupnya.

Diketahui, tiga orang yang mengaku mewakili ormas NTT Bersatu melaporkan Romo Patris Allegro ke Polda NTT lantaran dianggap menyebarkan ajaran kebencian. Mereka juga menuding Romo Patris menista agama Protestan. 

Sebagai informasi, PEKAT adalah sebuah organisasi masyarakat yang didirikan atas inisiatif sekelompok anak muda Katolik Timur di Kota Jakarta. Organisasi ini dibentuk sebagai respons terhadap kebutuhan akan wadah yang bisa menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai isu sosial, budaya, dan agama yang berkembang di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan umat Katolik.

PEKAT hadir untuk memberikan suara bagi generasi muda Katolik dalam menghadapi tantangan dan dinamika yang ada, sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan kebudayaan yang menjadi dasar kekuatan komunitas Katolik.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas