indonews

indonews.id

Bantuan Air Bersih Hadir di Kampung Weto, YCIB Wujudkan Kepedulian untuk Masyarakat di Kampung Halaman

Harapan warga Kampung Weto, Desa Galang, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, untuk mendapatkan akses air bersih sudah terwujud. Pngadaan sarana air bersih di kampung tersebut terwujud berkat dukungan seorang dermawan individu melalui Yayasan Cipta Insan Bhakti (YCIB).

Reporter: indonews
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID – Harapan warga Kampung Weto, Desa Galang, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, untuk mendapatkan akses air bersih sudah terwujud. Pngadaan sarana air bersih di kampung tersebut terwujud berkat dukungan seorang dermawan individu melalui Yayasan Cipta Insan Bhakti (YCIB).

Sarana air bersih yang sudah mulai dinikmati warga Kampung Weto sejak dua minggu terakhir ini rencananya akan secara resmi diluncurkan pada 25 Agustus 2025 mendatang.

YCIB merupakan yayasan yang dibentuk oleh sejumlah anak muda NTT diaspora Jakarta. Organisasi ini selama ini dikenal aktif menginisiasi berbagai program sosial, mulai dari penggalangan buku bacaan untuk taman baca di NTT hingga diskusi pembangunan dan isu-isu sosial politik di wilayah tersebut.

Ketua Dewan Pembina YCIB, Drs. Asri Hadi, MA, mengungkapkan bahwa pengadaan air bersih di Kampung Weto merupakan wujud nyata kolaborasi lintas generasi untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Kami berharap program ini tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut terlibat dalam pembangunan di daerah terpencil,” ujar tokoh nasional berdarah Minang ini dalam keterangan persnya pada Rabu (14/8/2025).

Ia menambahkan, keterlibatan anak muda diaspora NTT di Jakarta dalam aksi sosial seperti ini menunjukkan bahwa jarak dan usia bukan menjadi halangan menjadi berkontribusi bagi kampung halaman.

“Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa rasa cinta pada daerah asal bisa diwujudkan lewat aksi nyata, tidak peduli sejauh apa kita berada. Dan tidak perlu menunggu mapan dan sukses dalam karir dan ekonomi baru terpanggil untuk bisa membantu sesama,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua YCIB Rikard Djegadut menyoroti persoalan penyaluran bantuan yang kerap tidak tepat sasaran. Menurut Rikard, selama ini NTT sebenarnya menerima cukup banyak bantuan, baik dari pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan, dari pihak swasta lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), maupun dari individu.

Namun, ia menilai sebagian besar bantuan tersebut tidak sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Hal ini, Rikard menilai, karena minimnya integritas para penyalur. yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok. Alhasil, persoalan persoalan di berbagai sektor terus bertambah. 

“Bagi para donatur yang tergerak untuk membantu NTT, hubungi tim YCIB, kami siap menyalurkan kebaikan Anda untuk masyarakat NTT. Semoga Anda menjadi "mesias" yang senantiasa ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat yang selama ini menyandang predikat Nanti Tuhan Tolong (NTT),” tambah Rikard.

Warga Kampung Weto menyambut antusias proyek ini, mengingat selama ini mereka harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air bersih. Dengan hadirnya sarana ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat meningkat, kesehatan lebih terjaga, dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah.

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas