Presiden Anugerahi Maher Al Gadri Bintang Mahaputera
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan ke sejumlah tokoh, diantaranya Maher Al Gadri menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera bersama 87 orang lainnya, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/TK/Tahun 2025.
Selain Bintang Mahaputera, Presiden juga menganugerahkan Tanda Bintang Republik Indonesia Utama, Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, Bintang Kemanusiaan, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Sakti dianugerahkan kepada para tokoh nasional. Tanda Kehormatan tersebut dianugerahkan di Istana Merdeka, Jakarta.
Saat penganugerahan Prabowo mengatakan, atas nama negara dan bangsa, sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian Saudara-saudara sekalian dan mereka-mereka yang orang tuanya tidak hadir, ahli waris juga, atas nama negara dan bangsa terima kasih. Kami, Republik Indonesia, atas pengabdian Saudara-saudara sekalian. Semoga jasa-jasa Saudara-saudara terus menjadi warisan bagi generasi penerus.
Maher Al Gadri dikenal sebagai pengusaha sukses yang gemar otomotif, ia tergabung dalam komunitas pembalap 3 zaman dan juga Ketua Dewan Penasehat Legend Raiders. Beberapa kali Maher ikut touring bersama anggota Legend Raiders.
Nama tokoh yang menerima Bintang Mahaputera adalah Abdul Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Saifullah Yusuf, Andi Amran Sulaiman, Rd. Mohammad Marty Natalegawa, Retno Lestari Priansari Marsudi, Juwono Sudarsono, Noer Hassan Wirajuda, Almarhum Iskandar Muda Baharuddin Lopa, Almarhum Ida Cokorda Pemecutan XI, Almarhum Dading Kalbuadi, Almarhum Solihin Gautama Purwanegara, Almarhum Chalimi Imam Santosa, Purnomo Yusgiantoro, Tarub, Suhartoyo, Herman Bernhard Leopold Mantiri, Dino Pati Djalal, Almarhum Bismar Siregar, Almarhum Sayidiman Suryohadiprojo, Almarhum Mochamad Jasin, Almarhum Hartono Rekso Dharsono, Almarhum Kemal Idris, Burhanuddin Abdullah, Terawan Agus Putranto, Hashim Sujono Djojohadikusumo, Agus Harimurti Yudhoyono, Sugiono, Abdul Mu’ti, Fadli Zon, Andi Syamsuddin Arsyad, Almarhum Suhardi, Siti Hardjanti Wismoyo, Prasetyo Hadi,Teddy Indra Wijaya, Meutya Viada Hafid, Muhammad Yusuf Ateh, Ivan Yustiavandana, Dadan Hindayana, Perry Warjiyo, Miftachul Akhyar; Haedar Nashir, Sigit Puji Santosa, Syamsudin, Johanes Gluba Gebze, Herlina Christine Natalia Hakim, Francisco Xavier Lopes da Cruz, Almarhum Fahmi Idris, Almarhum F.X. Sudjasmin, Almarhum Wiyogo Atmodarminto, Almarhum Mung Parhadimulyo, Almarhum Yusuf Hasyim, Almarhum Maimun Zubair, Almarhum Abdullah Abbas, Almarhum Rais Abin, Almarhum Jose Fernando Osorio Soares, Almarhum Abílio José Osório Soares, Almarhum Arnaldo dos Reis Araújo, Almarhum Soekitman, Zacky Anwar Makarim, Yusuf AR, Maher Al Gadri, Almarhum Muhammad Maksum, Juri Ardiantoro, Sudaryono, Angga Raka Prabowo, Anwar Iskandar, Almarhum Soepriyatno, Angky Retno Yudianti, Widjono Hardjanto, Almarhum Abidin, Abdul Ghofur, Soegeng Sarjadi, Simon Aloysius Mantiri, Abdussamad Sulaiman HB (H. Sulaiman), Abdul Rasyid (Haji Rasyid), Nanik Sudaryati Deyang, Willy Ananias Gara, Amzulian Rifai, Isma Yatun, Lydia Silvanna Djaman, Teddy Sutadi Kardin, Taufiq Ismail, Muhammad Ainun Najib, Almarhum Cornel Simanjuntak, Asep Saifuddin Chalim, Almarhum Benyamin Sueb, dan Almarhumah Titiek Puspa.