Perputaran Uang PNM Mekaar Rp47 Triliun, Sasar 15,9 Juta Perempuan Prasejahtera
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan peran strategisnya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM berhasil mencatat nilai perputaran uang mencapai Rp47 triliun, dengan jumlah nasabah menembus 15,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan peran strategisnya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM berhasil mencatat nilai perputaran uang mencapai Rp47 triliun, dengan jumlah nasabah menembus 15,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut capaian itu bukan hanya angka, melainkan bukti nyata kontribusi PNM dalam memberdayakan perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha ultra mikro.
“PNM Mekaar saat ini sudah memiliki 15,9 juta nasabah. Rata-rata pinjaman Rp1 juta sampai Rp5 juta, dan perputaran uangnya sudah Rp47 triliun,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
PNM Mekaar sendiri merupakan layanan pinjaman modal yang dirancang khusus untuk perempuan prasejahtera yang ingin membangun atau mengembangkan usaha kecil, seperti warung sembako, penjual kue, hingga usaha jasa rumahan. Program ini tidak hanya menyokong permodalan, tetapi juga memberikan pendampingan usaha agar para nasabah mampu naik kelas.
Dampak program ini meluas hingga ke penciptaan lapangan kerja. Erick menilai, rata-rata pelaku usaha ultra mikro mampu menyerap minimal satu orang tenaga kerja. Dengan 15,9 juta nasabah, potensi serapan kerja bisa mencapai 15,9 juta orang di berbagai pelosok.
“Bayangkan, jika masing-masing nasabah punya satu pekerja pendamping, maka ada jutaan lapangan kerja baru yang lahir dari usaha kecil—mulai dari warung di desa, penjual kue, hingga usaha rumah tangga lainnya,” ungkapnya.
Menurut Erick, capaian PNM lewat Mekaar menjadi bukti bagaimana BUMN berperan sebagai motor pembangunan ekonomi, tidak hanya di tingkat makro tetapi juga menyentuh sendi-sendi mikro masyarakat.
“Kementerian BUMN dan perusahaan pelat merah memang menjadi bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.
Melalui Mekaar, PNM menegaskan misi besarnya: bukan sekadar menyalurkan pinjaman, tetapi memberdayakan jutaan perempuan prasejahtera agar berdaya secara ekonomi, mandiri, dan mampu membawa perubahan nyata bagi keluarganya serta lingkungan sekitar.