Arief Mulyadi Tegaskan Komitmen PNM Berdayakan Perempuan Lewat Inovasi Sukuk Syariah
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui inovasi keuangan syariah.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui inovasi keuangan syariah.
Hal tersebut disampaikan Arief usai perusahaan pembiayaan plat merah yang dimpimpinnya kembali meraih penghargaan internasional “Best Microfinance Sukuk” dalam ajang The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia (27/8/2025).
Penghargaan bergengsi ini menjadi pengakuan global atas kepemimpinan Arief dalam mendorong transformasi PNM sebagai pelopor pembiayaan syariah berorientasi sosial. Terlebih, ini merupakan kali ketiga PNM menerima apresiasi dari The Asset, setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2022 dan 2024.
“Melalui pencapaian ini, kami berharap PNM dapat terus meningkatkan peran dalam memberdayakan perempuan prasejahtera untuk naik kelas,” ujar Arief dalam keterangan kepada media, Minggu (5/10/25).
Di bawah kepemimpinan Arief, PNM tidak hanya memperluas akses permodalan, tetapi juga menjadikan pembiayaan sebagai alat mobilitas sosial. Hingga Agustus 2025, PNM telah melayani 22,5 juta nasabah, di mana 74% pembiayaannya berbasis syariah.
PNM kini mengoperasikan 4.656 jaringan layanan yang tersebar di 36 provinsi dan 6.165 kecamatan, menjadikannya salah satu lembaga pembiayaan dengan jangkauan paling luas di Indonesia.
Arief menegaskan, pencapaian internasional ini tidak akan menghentikan langkah PNM untuk terus melahirkan inovasi. Arief juga dikenal sebagai tokoh di balik pencapaian historis PNM dalam menerbitkan: orange bonds pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kelima di dunia dan orange sukuk pertama di Indonesia sekaligus di dunia
Inovasi ini lahir dari visi Arief bahwa pembiayaan tidak boleh hanya berorientasi finansial, tetapi harus membawa dampak sosial—khususnya kesetaraan gender, selaras dengan SDGs tujuan nomor 5
Arief menutup pernyataannya dengan ajakan untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan. “Dengan semangat tersebut, PNM optimistis terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari akar rumput.”
Melalui kepemimpinannya, Arief Mulyadi kembali membuktikan bahwa keuangan syariah bukan sekadar instrumen investasi — tetapi alat pemberdayaan yang nyata bagi jutaan perempuan Indonesia.*