indonews

indonews.id

Kadin Dorong Kemitraan Publik–Swasta Perkuat Keterampilan dan Lapangan Kerja di Era Transisi Ekonomi

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan perlunya kolaborasi yang lebih terarah antara sektor publik dan swasta untuk memperkuat daya saing nasional di tengah perubahan ekonomi global yang pesat. Pesan ini disampaikan dalam peluncuran program Indonesia Jobs and Skills Accelerator yang digagas World Economic Forum (WEF) bersama Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan perlunya kolaborasi yang lebih terarah antara sektor publik dan swasta untuk memperkuat daya saing nasional di tengah perubahan ekonomi global yang pesat.

Pesan ini disampaikan dalam peluncuran program Indonesia Jobs and Skills Accelerator yang digagas World Economic Forum (WEF) bersama Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025.

Anindya, yang akrab disapa Anin, menyoroti bahwa ekonomi Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar akibat digitalisasi, transisi hijau, dan pergeseran rantai nilai global. Tantangan ini, menurutnya, tidak dapat diatasi oleh satu sektor saja.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan sangat bergantung pada kolaborasi yang lebih dalam dan terarah antara sektor publik dan swasta. Dunia usaha telah menjadi motor inovasi dan penciptaan lapangan kerja. Namun untuk memperluas dampak, kita perlu memastikan adanya keselarasan kebijakan, investasi yang tepat sasaran dalam pengembangan SDM, serta keterhubungan antara kebutuhan industri dan prioritas pembangunan nasional,” ujar Anin.

Indonesia Jobs and Skills Accelerator disebut sebagai wadah strategis yang mempertemukan dunia usaha, pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat sipil dalam menciptakan solusi konkret menghadapi kesenjangan keterampilan.

Melalui pemanfaatan data dan analisis WEF serta kolaborasi Kadin dan Bappenas, inisiatif ini diharapkan mempercepat pengambilan kebijakan berbasis bukti dan tindakan kolektif lintas sektor.

“Program ini menjadi katalis bagi upaya skilling, reskilling, dan upskilling tenaga kerja Indonesia agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri yang terus berkembang, sekaligus memastikan inklusivitas bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan pekerja informal,” tambahnya.

Anin juga menegaskan bahwa pendekatan berbasis GEDSI (gender equality, disability inclusion, social equity) selaras dengan visi Kadin dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata.

Dengan sinergi ekosistem kewirausahaan dan kebijakan pemerintah yang visioner, ia optimistis tenaga kerja Indonesia akan lebih siap menghadapi peluang ekonomi digital dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Indonesia Jobs and Skills Accelerator adalah contoh nyata bagaimana kemitraan publik–swasta dapat menerjemahkan tujuan bersama menjadi dampak nyata bagi pembangunan nasional dan daya saing global,” tutup Anin.

Dalam sesi peluncuran turut hadir Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, CEO Sintesa Group Shinta W. Kamdani, serta Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas, Maliki.

Menurut laporan World Economic Forum Future of Jobs Report 2025, sekitar 22 persen pekerjaan global akan berubah dalam lima tahun ke depan. Laporan tersebut memperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan tercipta, sementara 92 juta lainnya akan hilang. Perubahan ini dipicu oleh percepatan teknologi, transisi hijau, dinamika demografi, fragmentasi geoekonomi, dan ketidakpastian ekonomi global.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas