Korban Ledakan Kapal Federal II di Batam Bertambah Jadi 31 Orang, 10 Tewas
Jumlah korban ledakan kapal Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau, terus bertambah. Hingga Kamis (16/10/2025), total korban mencapai 31 orang, terdiri dari 10 orang meninggal dunia serta 21 orang mengalami luka berat, kritis, maupun luka ringan.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Jumlah korban ledakan kapal Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau, terus bertambah. Hingga Kamis (16/10/2025), total korban mencapai 31 orang, terdiri dari 10 orang meninggal dunia serta 21 orang mengalami luka berat, kritis, maupun luka ringan.
Ledakan besar terjadi pada Rabu (15/10/2025) di kawasan galangan kapal Tanjung Uncang. Dentuman keras terdengar hingga radius beberapa kilometer, disusul kobaran api dari dalam lambung kapal Federal II yang tengah dikerjakan. Insiden ini memicu kepanikan di area industri galangan.
Berikut rincian korban berdasarkan data dari empat rumah sakit rujukan:
RS Elisabet Batu Aji – 7 Korban
Meninggal dunia (4 orang):
-
Chandra Pasaribu (36)
-
Krisman Simatupang (51)
-
Ramadhani Risky Nasution (19)
-
Habibulloh Siregar
Kritis/luka berat (3 orang):
-
Fikri Krisnawan (23)
-
Thomas Alfa (41)
-
Mijrebel Siregar
RSUD Embung Fatimah – 2 Korban
Meninggal dunia (2 orang):
-
Anton (48)
-
Frenki Protes Pane (41)
RS Mutiara Aini – 15 Korban
Meninggal dunia (4 orang):
-
Andi Haryono
-
Idris Sardi
-
Dhimas Saputra
-
Maradong Tampubolon
Luka ringan (5 orang):
-
Ahmad Rifai
-
Jefri Agusto P. Putra
-
Alan Sarisetiawan
-
Jimi Ramadhani
-
Sanggam L. Tobing
Luka berat/kritis (6 orang):
-
Idaya Putra
-
Arrafi Husen
-
Roni Andreas Harefa
-
Imam Midun Siburian
-
Edison Baktiar Napitupulu
RS Graha Hermin – 7 Korban
Luka berat/kritis (6 orang):
-
Dedi Supardi Rajagukguk (31)
-
Krisna Ramadhan (24)
-
Alvito Dinova (25)
-
Abd. Munir (28)
-
Dhani Darusman (41)
-
Sodikin (23)
Luka ringan (1 orang):
-
Ceni Sihombing (22)
Hingga berita ini disusun, aparat kepolisian, Basarnas, dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan penyebab ledakan. Evakuasi dan penanganan korban juga terus berlangsung. Belum ada keterangan resmi dari manajemen PT ASL Shipyard mengenai kronologi dan potensi kelalaian dalam proses pengerjaan kapal.