indonews

indonews.id

Pameran Lukisan Perempuan dan Asa, Sisikan Hasil Donasi ke Rumah Teduh Suryo

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemeran lukisan bertajuk "Perempuan dan Asa" merayakan Hari Jadi ke-40 Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI), lukisan yang dipamerkan merupakan karya 89 anggota IWPI dan 11 lainnya pelukis tamu yang ikut meriahkan ulangtahun IWPI. Dari hasil penjualan lukisan sebagian akan disisikan guna membantu rumah Teduh Suryo yang khusus membantu anak yang menderita kanker. 

Pameran berlangsung 19 - 25 Oktober di hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (19/10) pameran dibuka, hadir pada kesempatan itu staf ahli dari Kementerian PPA yang mewakili Wamen PPA Veronika Tan, pengurus rumah Suryo, dan Pemred indonews.id, Asri Hadi selaku penikmat seni lukis. 

Ketua Umum IWPI Cecilia D Kristiari mengatakan, pemeran ini merupakan wujud nyata dari perjalanan panjang dedikasi dan semangat para wanita pelukis yang tergabung dalam IWPI. Organisasi ini berdiri pada 10 September 1985 di Jakarta punya visi sebagai wadah para perempuan Indonesia yang punya minat di bidang seni khususnya seni lukis. 

"Selama 4 dekade IWPI menjadi saksi perjuangan dan pertumbuhan anggotanya, tema Perempuan dan Asa dipilih, kata perempuan mewakili IWPI sebuah rumah bagi kreatifitas dan persahabatan, Asa adalah cerminan dari harapan, cita-cita dan karya yang kami perjuangkan", ujarnya. 

Lalu dikatakan, berharap pameran ini dapat menginspirasi dan pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Ia menambahkan, pameran diikuti 100 pelukis, 89 adalah anggota IWPI dan 11 pelukis tamu yang diundang IWPI. 

Menurutnya, sebagian dari hasil penjualan akan didonasikan untuk rumah teduh Suryo,  merupakan yayasan rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan di Jakarta. 

Sementara pengurus rumah Teduh Suryo mengatakan, bahwa rumah Teduh Suryo didirikan atas keinginan Romo Yoseph Susanto Pr membantu pasien anak yang sedang menjalani pengobatan di Jakarta. 

Maka dibangunlah rumah yang berfungsi sebagai tempat singgah untuk pasien anak dengan penyakit kronis non invesius. Saat ini rumah Teduh Suryo telah memiliki rumah singgah di dua lokasi, yaitu Kramat Pulo dan Cempaka Putih. Memiliki daya tampung 34 pasien berserta keluarganya. 

"Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit Jakarta, khususnya Cipto Mangunkusumo. Dari Aceh, Manado hingga Papua tercatat telah menjadi bagian rumah Teduh Suryo", ungkapnya. 

Menurutnya, di rumah Teduh Suryo pihaknya menyediakan kebutuhan pasien seperti pampers dan alat medis sederhana yang bisa menunjang proses pengobatan mereka. Namun tak hanya itu, pendampingan psikologis, nutrisi dan kebutuhan sehari-hari anak beserta keluarganya disediakan. 

Latar belakang yang berbeda menjadi tantangan bagi mereka, tapi dengan cinta kasih dan bantuan dari berbagai pihak menjadikan rumah singgah layak dan nyaman untuk ditempati selama mereka menjalani pengobatan di Jakarta. "Semoga bola-bola kebaikan ini akan terus bergulir sehingga dapat lebih banyak lagi menolong pasien anak yang membutuhkan", ujarnya mengakhiri sambutannya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas