PNM Gandeng Brand Ponsel Korea Latih Nasabah Mekaar Kuasai Pemasaran Digital
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat kapasitas usaha nasabahnya melalui program pendampingan berbasis digital. Melalui inisiatif bertajuk DIVA: Digital, Inovatif & Adaptif, PNM menggandeng salah satu merek handphone multinasional asal Korea untuk memberikan pelatihan digitalisasi produk bagi para pelaku usaha ultra mikro.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat kapasitas usaha nasabahnya melalui program pendampingan berbasis digital. Melalui inisiatif bertajuk DIVA: Digital, Inovatif & Adaptif, PNM menggandeng salah satu merek handphone multinasional asal Korea untuk memberikan pelatihan digitalisasi produk bagi para pelaku usaha ultra mikro.
Program ini diikuti oleh 30 nasabah PNM Mekaar dari sektor kerajinan batik, tenun, dan kriya, yang berasal dari Cabang Yogyakarta dan Cirebon.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan memanfaatkan teknologi ponsel dalam pemasaran dan pengembangan usaha, khususnya melalui platform TikTok dan Instagram. Selama dua hari pelatihan dan dua bulan pendampingan intensif, peserta mendapatkan materi mengenai manajemen penjualan, branding produk, fotografi, serta pembuatan konten promosi digital.
PNM menilai, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan literasi teknologi di kalangan pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan. Dari 22,7 juta nasabah PNM Mekaar yang pernah didampingi, sebagian besar masih menghadapi kendala akses pasar digital akibat keterbatasan pengetahuan teknologi.
Melalui kolaborasi dengan produsen ponsel asal Korea ini, PNM ingin menghadirkan teknologi yang inklusif dan mudah dipahami, sehingga para ibu pengrajin mampu menembus pasar daring baik lokal maupun global.
Pimpinan Cabang PNM Yogyakarta, Agus Triyanto, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dalam mendukung keberlanjutan usaha para nasabah Mekaar.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan literasi digital nasabah Mekaar yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas usaha mereka. PNM percaya penguasaan teknologi digital dan pemasaran online menjadi kunci agar para pelaku usaha ini dapat mengembangkan inovasi produk serta meningkatkan penjualan,” ujar Agus.
PNM optimistis bahwa sinergi antara pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan inovasi teknologi akan mempercepat pertumbuhan pengusaha ultra mikro di era digital.
Melalui program DIVA, PNM berharap lahir generasi baru pengusaha perempuan yang tangguh, kreatif, dan melek digital. Transformasi ini tidak hanya bertujuan mengenalkan teknologi, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi, memperkuat daya saing lokal, serta menghidupkan semangat Tumbuh, Peduli, Menginspirasi di setiap langkah pemberdayaan PNM untuk Indonesia.