indonews

indonews.id

Pimpin Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Fadli Zon: Indonesia Harus Berdiri Tegak, Tak Boleh Kalah

Fadli mengatakan, hari ini, semua masyarakat Indonesia berdiri di langit merah putih, langit yang dahulu menaungi para pemuda 1928.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Pimpin Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Fadli Zon: Indonesia Harus Berdiri Tegak, Tak Boleh Kalah
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Ismeth Wibowo dari Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Hari ini, Selasa (28/10/2025) Bangsa Indonesia merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Peringatan tersebut berpusat di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya Nomor 106 Jakarta Pusat.  

Berbagai tokoh maupun undangan hadir mengikuti peringatan tersebut. Di antaranya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang bertindak sebagai inspektur upacara.  Selain itu, Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud), Giring Ganesha, Direktur Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, dan Ismeth Wibowo dari Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI). Ismeth merupakan cucu dari Pahlawan Nasional, Ir H Djuanda.

Hadir juga Irjen Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Gray Putri Woelan Sari Dewi, dan Esti Noeryadin.

Selanjutnya, hadir juga para anggota IKPNI yaitu Ibu Indah Soedadi - Dr. Wahidin Sudirohusodo; Marini Widowati Sudjoko - Dr. GSSJ Ratulangi; Fatmasari DP - dr. Muwardi; Hutomo Said - Mr Achmad Soebardjo; Roy Yamin - M Yamin; Melani Leimena - dr. Johanes Leimena; Iskandar Purba - Kiras Bangun; Bruno Widya Permana - Sodancho Supriyadi; Nong Fatma Prihani - M Tabrani; dr. Endang - WR Supratman; dan Riawan Amin Tungka.

Upacara dilakukan dengan pengibaran bendera Merah Putih di pelataran Museum Sumpah Pemuda yang dilakukan oleh para paskibra. Upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mendoakan arwah para pahlawan pejuang bangsa.

Setelah itu, Fadli Zon membacakan teks Pancasila yang dilanjutkan dengan pembacaan teks Pembukaan UUD tahun 1945. Kemudian, diikuti dengan pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928 dan selanjutnya amanat oleh Fadli Zon.

Dalam amanatnya, Fadli Zon menekankan agar Indonesia berdiri tegak. "Hari ini tugas kita berbeda, kita tak lagi mengangkat bambu runcing, tapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak, Indonesia tak boleh kalah," ujar Fadli Zon.

Fadli mengatakan, hari ini, semua masyarakat Indonesia berdiri di langit merah putih, langit yang dahulu menaungi para pemuda 1928. Para pemuda tersebut tidak banyak bicara, namum mereka berani, mereka bersumpah dan menepatinya dengan darah dan nyawa.

"Kita hidup di zaman yang berat, dunia bergerak cepat, namun kita tak boleh takut karena kita harus percaya di setiap kampung, di setiap kota masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita. Kita butuh pemuda patriotik, gigih, dan empati, yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, tetap berdiri ketika badai datang," tuturnya.

Dia mengatakan, kita tidak boleh takut bermimpi besar, dan tidak boleh takut gagal. "Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya," ujarnya mengutip Presiden Prabowo Subianto.

Museum Sumpah Pemuda adalah bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda. Bangunan tersebut merupakan sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa yang awalnya adalah rumah milik  warga Tionghoa, Sie Kong Lian. Namun kemudian, rumah itu dihibahkan oleh keluarga tersebut kepada Negara Indonesia.

“Museum Sumpah Pemuda sangat berharga bagi kami, tetapi jauh lebih berharga untuk NKRI. Maka dari itu kami menghibahkannya untuk negara Indonesia”, demikian kata-kata keluarga Sie Kong Lian yang terpampang dalam sebuah tulisan yang ditempel di rumah tersebut. *

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas