Film Pangku, Jangan Mudah Kepincut meski Butuh
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Jangan mudah goyah dengan bujuk rayu meski mendesak kalau tidak kekecewaan yang kita terima. Film 'Pangku" penerima 4 penghargaan di Busan Film Festival, mengangkat kisah perjuangan orangtua tunggal demi masa depan anaknya, walau harus 'merelakan' dirinya memangku para tamu yang datang sekedar menyeruput kopi.
Film produksi Gambar Gerak yang disutradarai Reza Rahardian menggelar pemutaran perdana di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta. Dihadiri produser, sutradara dan jajaran pemain. Rencananya "Pangku" bakal diputar serentak pada 6 November mendatang.
Film perdana Reza Rahardian sebagai sutradara, secara keseluruhan film baik namun sayang, Reza kurang mengeksplor pekerjaan pembuat kopi di warung sepanjang jalur pantura Jawa. Bahkan ada "kegagapan" Reza mengakhiri kisah si pembuat kopi "Pangku".
Diawali dengan perempuan hamil yang menumpang truk untuk mencari pekerjaan, tak berapa lama kemudian truk mengalami kendala dan berhenti tak jauh dari area warung kopi. Lalu supir truk terjaga dari tidur dan menegur kernetnya yang memberi tumpangan Sartika (Claresta Taufan) membawa wanita membuat perjalanan mereka terhambat, dan meminta kernet menurunkan Kartika di lokasi tersebut.
Sartika menyusuri jalan melewati puluhan aneka warung diantaranya warung karaoke, kakinya lelah melangkah ia pun rehat di warung kopi dimananya penjaganya 'mbok' (Cristine Hakim) menanyakan Kartika ingin minum apa? tersajilah secangkir teh hangat, sementara ada pelanggan lain yang pergi meninggalkan warung, ia ingin dipangku dan dipijat dimana di warung mbok tak pelayanan itu.
Sartika pun ditawari pekerjaan teraebut saat ia diajak bermalam di rumah mbok, saat berjalan dari warung menuju rumah Sartika menjelaskan niatnya pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan. Film yang terstruktur jalinnya cerita, tapi sedikit lalai mengeksplor penjaja kopi konflik batin Kartika antara kebutuhan anaknya dan penolakan melakukan profesi itu tak terekspose jelas, cerita mengalir datar hingga Kartika kepincut Jaka (Ferdi Nuril) supir pick up pengangkut ikan.
Kartika pun menikah dengan Jaka, dan anaknya bisa sekolah di SD, sebelumnya ditolak karena ayah dari anak itu tak diketahui namanya. Jaka harus menyogok tetangganya untuk membuatkan akte dan kartu keluarga sesuai syarat masuk sekolah.
Beberapa bulan Kartika hamil, Jaka pergi beberapa hari tanpa memberi, pesan kemana dan berapa lama. Kala menanti ketidakpastian tiba-tiba datang seorang wanita memanggil namanya dan mengaku dia isteri dari Jaka yang kembali dari Arab Saudi. Kartika pun bergegas meninggalkan rumah tak lupa membawa gerobak buatan Jaka untuk dirinya berjualan mie ayam.
Kartika bersama anaknya berjalan membawa gerobak menuju rumah mbok yang selalu menerima Kartika kapanpun kembali. Film perdana Reza Rahadian dikemas cukup meski ia harus lebih banyak literasi, ceritanya pun belum terlalu kuat. Namun karya bagus untuk ditonton, ada dialog yang bikin penonton tersenyum, pengambilan gambarnya pun enak dilihat.