indonews

indonews.id

Paradigma Baru dalam Pengelolaan Hutan di Muhammadiyah Bengkulu

Paradigma Baru dalam Pengelolaan Hutan di Muhammadiyah Bengkulu

Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut

penulis: nadriavisen

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa dalam pembangunan berkelanjutan tidak hanya dalam aspek Sustainable Development Goals (SDG’s) yang didasari oleh prinsip yang sering disebut sebagai 3P (People, Planet, Profit), namun juga ada prinsip 4P yang harus dijadikan pedoman bagi umat Islam “P” yang belum disebutkan itu menurut Anwar Abbas tertuang dalam surat Al-Qashash ayat 77 adalah Paradise (surga)

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan

Dimana P yang keempat atau terkahir yaitu 'Paradise' (surga) dengan visi untuk jangka panjang  yang jauh, pesan ayat tersebut rebutlah akhirat, dunia didapat akan tetapi kalau dunia kita rebut pada akhirnya akhiratnya akan lepas. Mari kita mencapai kebahagian di dunia, berbuat baik dan menjaga lingkungan untuk menggapai akhirat (syurga), perintah yang kuasa jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh maka yang akan menikmati juga orang lain dan jika Tuhan melarang sesuatu maka yang akan mendapatkan dampak buruknya juga orang lain seperti contoh fitnah.

Diawali sambutan Rektor Universitas Bengkulu, Susiyanto
menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Bengkulu sudah resmi mendapatkan KDHTK (kawasan hutan dengan Tujuan Khusus) dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dengan luas 2000 hektar dengan tapak batas yang awalnya bernama hutan pendidikan. Mitra Universitas Bengkulu, DLHK (dinas lingkungan hidup dan kehutanan), PPSDA (pusat pengembangan sumber daya air) yang selalu bersedia berdampingan dalam menghijaukan kembali hutan-hutan tersebut dan bisa sama-sama amanah dalam memanfaatkan ini bagi semua.

Selanjutnya Fajrul Hamidy, Ketua PWM Bengkulu berpesan dan sangat berharap pada pelatihan ini dapat diikuti secara sungguh-sungguh oleh para peserta yang dilaksanakan dalam tiga hari kedepan dan menghasilkan RTL bagi kader-kader militan Muhammadiyah di Bengkulu dengan materi yang disampaikan pelatih (trainer) yang mumpuni tentunya.

Sementara Ketua MLH PP Muhammadiyah Azrul Tanjung menyampaikan ada tiga konsentrasi bagi kami pengembangan program pengelolaan limbah rumah tangga, medis dan khususnya  industri yang sudah dimiliki yaitu pengelolaan limbah plastik menjadi pakaian menjadi tas dan sajadah yang berorientasi kepada perekonomian. Berikutnya energi terbarukan, MLH juga bekerjasama dengan kampus untuk mencari dan menemukan energi alternatif, dimana energi fosil akan berakhir, disamping audit energi dan pelatihan-pelatihan khusus diluar pulang Jawa dalam penggunaan energi listrik secara tidak efektif terutama di masjid, perguruan tinggi , rumah sakit amal usaha Muhammadiyah dan 'Aisyiyah serta tidak terjadi pemborosan.
Selanjutnya Azrul mengatakan program MLH PP Muhammadiyah yaitu tentang _Carbon Trade_ , perdagangan karbon yang menjadi isu menarik dan Muhammadiyah tidak terlalu tertarik dalam berbisnis ini (bisnis hijau), seperti UM Bengkulu yang sudah memiliki KHDTK bisa menjadi dasar pada bisnis ini seperti hutan manggrove atau hutan gambut yang bisa menjadi entitas ekonomis sangat tinggi, pergerakan agar mengarah pada perekonomian bukan hanya pada  _charity_ (amal).

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas