indonews

indonews.id

Simak! Ini Tanggapan Tutut Soeharto Soal Pro-Kontra Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Putri sulung Presiden ke-2 Republik Indonesia, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, akhirnya buka suara menanggapi pro dan kontra penetapan ayahnya, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Putri sulung Presiden ke-2 Republik Indonesia, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto, akhirnya buka suara menanggapi pro dan kontra penetapan ayahnya, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional.

Tutut menyebut bahwa masyarakat kini sudah cukup cerdas untuk menilai sendiri jasa-jasa Presiden Soeharto selama 32 tahun memimpin Indonesia.

“Saya rasa rakyat sudah makin pintar, mas, apalagi wartawan, pintar-pintar kabeh, bisa melihat apa yang Bapak lakukan, bisa menilai sendiri. Kami tidak perlu membela diri atau bagaimana, tapi semua sudah terlihat kok, enggak ada yang ditutupi,” ujar Tutut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Tutut juga menilai perbedaan pendapat soal penganugerahan gelar pahlawan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, ia berharap agar perdebatan tidak mengarah pada perpecahan.

“Boleh-boleh saja kok kontra, tapi juga jangan ekstrem gitu. Yang penting kita jaga kesatuan dan persatuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tutut mengajak masyarakat untuk melihat kembali kontribusi dan perjuangan Soeharto, baik sebelum maupun sesudah menjabat sebagai presiden. Ia menegaskan, seluruh perjuangan Soeharto semasa hidupnya semata-mata didedikasikan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Bapak sejak muda berjuang untuk Indonesia sampai akhir hayatnya. Jadi apa pun pandangan orang, niat beliau selalu untuk bangsa,” kata Tutut.

Dalam kesempatan tersebut, Tutut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, atas keputusan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

Soeharto secara resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada Senin (10/11/2025) melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025. Gelar tersebut diberikan bersamaan dengan sembilan tokoh lainnya, termasuk Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja, dan aktivis buruh Marsinah.

Penganugerahan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pahlawan 2025, yang digelar di Istana Negara dan dihadiri oleh keluarga para tokoh penerima gelar serta pejabat tinggi negara.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas