indonews

indonews.id

Suriah Dukung AS Lawan Proksi Iran, Jadi Anggota ke-90 Koalisi Anti-ISIS

Pemerintahan transisi Suriah di bawah Presiden Ahmed Al Sharaa secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Amerika Serikat (AS) dalam memerangi proksi-proksi Iran, termasuk Hamas, Hizbullah, dan Garda Revolusi Iran (IRGC). Sikap baru Damaskus ini menandai perubahan geopolitik besar setelah runtuhnya rezim Bashar Al Assad pada Desember 2024.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintahan transisi Suriah di bawah Presiden Ahmed Al Sharaa secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Amerika Serikat (AS) dalam memerangi proksi-proksi Iran, termasuk Hamas, Hizbullah, dan Garda Revolusi Iran (IRGC). Sikap baru Damaskus ini menandai perubahan geopolitik besar setelah runtuhnya rezim Bashar Al Assad pada Desember 2024.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, melalui unggahan di platform X pada Kamis (13/11/2025).

“Damaskus sekarang akan secara aktif membantu kami menghadapi dan menghancurkan sisa-sisa ISIS, IRGC, Hamas, Hizbullah,” tulis Barrack, seperti dikutip AFP.

Koalisi internasional pimpinan AS yang memerangi ISIS juga mengonfirmasi bahwa Suriah kini telah resmi menjadi anggota ke-90 koalisi tersebut.

Langkah dukungan Suriah terhadap AS diumumkan hanya beberapa jam setelah Presiden interim Ahmed Al Sharaa melakukan kunjungan kenegaraan ke Gedung Putih. Ia menjadi pemimpin Suriah pertama dalam sejarah yang diterima secara resmi di kantor Presiden Amerika sejak Suriah merdeka pada 1946.

Al Sharaa saat ini memimpin pemerintahan transisi setelah Bashar Al Assad digulingkan koalisi pemberontak pada 2024. Rezim Assad sebelumnya didukung kuat oleh IRGC Iran dan kelompok Hizbullah Lebanon.

Masih pada Kamis, Tom Barrack mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menlu Turkiye Hakan Fidan, serta perwakilan Suriah Asaad Al Shaibani.

Pertemuan tersebut membahas strategi integrasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) ke dalam struktur politik, pertahanan, dan ekonomi Suriah yang baru. SDF—koalisi milisi Kurdi-Arab yang didukung AS—merupakan pihak yang berjasa besar dalam mengalahkan ISIS di wilayah utara dan timur Suriah.

Komandan SDF Mazloum Abdi sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan awal dengan Damaskus terkait integrasi SDF ke dalam militer dan institusi keamanan nasional Suriah.

Dalam pernyataan terbarunya di X pada Selasa (11/11/2025), Abdi mengungkapkan bahwa ia telah membahas percepatan proses tersebut bersama Tom Barrack. Pemerintah transisi Suriah dan SDF sebenarnya sudah menandatangani perjanjian integrasi pada Maret 2025, namun implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan di lapangan.

Dukungan Suriah terhadap AS melawan kelompok-kelompok proksi Iran menandai perubahan dramatis dari arah politik negara itu. IRGC dan Hizbullah yang sebelumnya menjadi penopang utama rezim Assad kini secara de facto diposisikan sebagai musuh oleh pemerintahan transisi Suriah.

Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari Iran maupun Hizbullah terkait sikap terbaru Damaskus. Namun para analis menilai langkah Suriah bergabung dengan koalisi anti-ISIS dan anti-proksi Iran bakal mengguncang dinamika keamanan di Timur Tengah dalam beberapa bulan ke depan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas