indonews

indonews.id

Pemprov Kepri dan PNM Perkuat Kapasitas 68 Ribu Pelaku Usaha Mikro Perempuan lewat Literasi UMi

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan komitmennya untuk memperluas pembinaan dan penguatan kapasitas pelaku usaha mikro di daerah.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan komitmennya untuk memperluas pembinaan dan penguatan kapasitas pelaku usaha mikro di daerah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, saat menghadiri kegiatan Literasi Umi (Ibu Mekaar Hebat Ekonomi Kepri Kuat) yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Ballroom Trans Convention Center (TCC) Tanjungpinang, Sabtu (15/11).

Riki yang hadir mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut kegiatan tersebut selaras dengan fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan manajemen usaha perempuan pelaku UMKM, khususnya mereka yang tergabung dalam program Mekaar.

Kegiatan Literasi Umi diikuti sekitar 500 perempuan pelaku usaha mikro. Riki menilai forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkaya literasi modal intelektual, terutama setelah para peserta menerima dukungan pembiayaan ultra mikro dari PNM.

“Di Tanjungpinang saja terdapat lebih dari 10.500 nasabah Mekaar dengan outstanding mencapai Rp22 miliar. Ini menunjukkan tingginya partisipasi perempuan dalam sektor usaha mikro,” ujar Riki.

Ia menambahkan, literasi kewirausahaan merupakan pondasi penting agar pembiayaan yang digulirkan dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Dinas Koperasi dan UKM Kepri juga terus memantau perkembangan pembiayaan tersebut. Meski disalurkan secara berkelompok, tingkat hambatan pengembalian tercatat sangat rendah, yakni kurang dari dua persen.

Capaian ini, menurut Riki, tidak lepas dari komitmen pelaku usaha perempuan yang disiplin dan menjaga amanah dalam mengelola pinjaman secara kolektif.

Perluas Kolaborasi dan Skema Pembiayaan Berkelanjutan

Riki mengapresiasi konsistensi PNM yang aktif menggelar pelatihan dan pendampingan usaha ultra mikro melalui program-program edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan para pelaku UMKM.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Koperasi dan UKM siap memperluas kolaborasi dengan PNM dalam meningkatkan capacity building pelaku usaha secara berjenjang dan terstruktur.

Riki menjelaskan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan skema keberlanjutan pembiayaan, termasuk mendorong pelaku usaha untuk naik kelas melalui fasilitas pinjaman dengan margin bersubsidi maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga enam persen.

“Kegiatan seperti ini sangat mendukung transformasi UMKM di Kepri. Ini bagian dari upaya jangka panjang mendorong UMKM kita lebih mandiri dan kompetitif,” tegasnya.

Ia menambahkan, Dinas Koperasi dan UKM Kepri juga memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk dengan perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga lembaga pendidikan, guna memperbesar dampak pembinaan bagi pelaku usaha mikro.

Pada kesempatan tersebut, kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kepri serta Kepala OJK Kepri, Sinar Dananjaya, yang ikut memberikan perspektif dan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi berbasis usaha kecil.

PNM Layani 68 Ribu Nasabah di Kepri

Dari pihak PT PNM, hadir Kepala Cabang Pekanbaru, Mizan Sa’roni, yang menjelaskan bahwa kegiatan literasi seperti Literasi Umi merupakan bagian dari amanah perusahaan dalam mendampingi nasabah.

Mizan menyebut, PNM menjalankan tiga pilar pembinaan, yakni: memperluas akses pembiayaan, mendampingan usaha, dan pembentukan karakter wirausaha bagi peserta program Mekaar.

Menurutnya, keberhasilan program ultra mikro tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pembiayaan, tetapi juga kualitas pendampingan dan penanaman nilai-nilai kewirausahaan.

Di Provinsi Kepri, PNM mencatat jumlah nasabah yang dilayani telah mencapai 68.000 orang, tersebar di 16 unit layanan, dengan total penyerapan pembiayaan mencapai Rp260 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi UMKM perempuan sebagai penggerak ekonomi daerah, terutama pada sektor rumah tangga dan usaha mikro berbasis komunitas.

Mizan juga menegaskan bahwa PNM akan terus memperkuat frekuensi pelatihan yang rutin dilakukan dua kali setahun untuk memastikan peningkatan kemampuan para pelaku usaha berjalan secara konsisten.

Dinas Koperasi dan UKM Kepri berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PNM dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil mampu mengembangkan bisnis mereka secara mandiri.

Melalui kegiatan seperti Literasi Umi, pemerintah daerah menilai UMKM perempuan memiliki peluang besar untuk naik kelas sepanjang diberikan pendampingan yang tepat.

Dengan kolaborasi berkelanjutan, Dinas Koperasi dan UKM Kepri optimistis sektor usaha mikro akan tetap menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Kepulauan Riau.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas