indonews

indonews.id

Iran Klaim "Lebih Siap dari Sebelumnya" Hadapi Serangan Israel, Araghchi: Cara Terbaik Hindari Perang adalah Bersiap Perang

Iran Klaim ‘Lebih Siap dari Sebelumnya’ Hadapi Serangan Israel, Araghchi: Cara Terbaik Hindari Perang adalah Bersiap Perang

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Republik Islam Iran kini berada dalam posisi jauh lebih siap untuk membalas setiap aksi agresif dari Israel. Dalam wawancara dengan harian The Economist yang dikutip Teheran Times, Sabtu (21/11/2025), Araghchi membeberkan bagaimana kemampuan pertahanan Iran berkembang pesat pasca perang 12 hari pada Juni lalu.

Araghchi menjelaskan bahwa Iran melakukan analisis mendalam terhadap seluruh dinamika perang 12 hari tersebut. Dari analisis itu, Teheran kemudian melakukan peningkatan besar-besaran pada sistem pertahanannya, khususnya kekuatan rudal.

“Pelajaran dari perang 12 hari telah kami kaji secara teliti. Hasilnya adalah perbaikan substansial, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, atas kapabilitas rudal Iran yang kini ditempatkan di titik-titik yang lebih strategis,” ujarnya.

Ketika ditanya soal kesiapan Iran jika terjadi serangan baru, Araghchi menegaskan tidak ada ruang untuk keraguan. Ia menyebut Iran kini jauh lebih siap daripada sebelumnya.

“Iran bahkan lebih siap dari perang sebelumnya,” tegasnya.

Ia kemudian mengelaborasi filosofi dasar yang dipegang Teheran bahwa kekuatan adalah prasyarat perdamaian.

“Cara terbaik untuk menghindari perang adalah bersiap untuk perang. Dan kami sangat siap,” kata Araghchi menegaskan.

Menurutnya, sikap tegas tersebut mencerminkan hak sah Iran untuk mempertahankan diri di tengah ancaman berulang dan aksi destabilisasi yang dilakukan musuh-musuhnya.

Di panggung internasional, Araghchi juga menyoroti dukungan penting Rusia selama perang 12 hari, yang ia nilai telah berkembang menjadi sebuah kemitraan strategis yang semakin dalam.

Terkait program nuklir, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada program nuklir damai dan terbuka terhadap sebuah perjanjian yang “adil dan seimbang”. Namun, ia menolak keras segala bentuk dikte dari pihak asing, terutama Amerika Serikat yang dinilainya kerap melanggar komitmen sendiri.

“Kami tidak memiliki pengalaman bagus sekalipun dengan proses negosiasi dengan Amerika Serikat,” ujar Araghchi, menutup pernyataannya dengan nada skeptis terhadap Washington.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas