indonews

indonews.id

PNM Kembangkan Lorong Mekaar di Malang, Dorong Urban Farming Hidroponik untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Ketahanan pangan menjadi isu penting di banyak kota besar, termasuk Kota Malang yang menghadapi keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan pangan rumah tangga. Menjawab tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan solusi urban farming melalui Program PNM Peduli yang diwujudkan dalam Lorong Mekaar.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketahanan pangan menjadi isu penting di banyak kota besar, termasuk Kota Malang yang menghadapi keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan pangan rumah tangga. Menjawab tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan solusi urban farming melalui Program PNM Peduli yang diwujudkan dalam Lorong Mekaar.

Program ini resmi diluncurkan di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, dengan menggandeng Malang Madani Farm sebagai mitra pelatihan. Mengusung pendekatan urban farming berbasis hidroponik, Lorong Mekaar membuka kesempatan bagi keluarga prasejahtera untuk menanam sayuran segar meski tinggal di area permukiman padat dan minim lahan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PNM menyediakan tiga instalasi hidroponik yang dimanfaatkan oleh para nasabah Mekaar di Bumiayu. Fasilitas ini memungkinkan warga memproduksi bahan pangan secara mandiri sekaligus menciptakan ruang hijau baru yang mempercantik dan menyejukkan lingkungan sekitar.

Salah satu peserta program dari Kelurahan Bumiayu mengaku merasakan langsung manfaat Lorong Mekaar. Instalasi hidroponik yang diterima membantu keluarganya memenuhi kebutuhan sayur harian tanpa sepenuhnya bergantung pada pasar.

“Dengan hidroponik ini, kami bisa memanfaatkan sudut kecil rumah untuk menanam sayuran. Hasilnya cukup untuk konsumsi keluarga. Semoga program ini makin luas dan banyak keluarga terbantu,” ujarnya.

Pemimpin Cabang PNM Malang, Yusril Ardiansyah, menjelaskan bahwa Lorong Mekaar dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama keluarga dengan ruang tinggal terbatas. Menurutnya, kawasan perkotaan membutuhkan pendekatan budidaya pangan yang lebih praktis, efisien, dan mudah diaplikasikan.

“Melalui program ini kami ingin mengajak keluarga nasabah memaksimalkan lahan sempit yang mereka miliki. Dampaknya bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat kerja sama dan gotong royong antar warga,” kata Yusril.

Ia menambahkan, manfaat Lorong Mekaar diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dapur semata, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat hubungan sosial antarwarga, dan menjaga keberlanjutan lingkungan melalui penghijauan di lorong-lorong permukiman.

Melalui inisiatif Lorong Mekaar, PNM menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan yang menjadi bagian penting agenda nasional. Urban farming berbasis hidroponik dinilai sebagai solusi praktis bagi kota-kota yang menghadapi persoalan minimnya ruang terbuka dan tingginya biaya hidup.

Dengan terus memperluas implementasi program Lorong Mekaar, PNM ingin memastikan lebih banyak keluarga prasejahtera memperoleh akses terhadap teknologi budidaya yang mudah diterapkan, ramah lingkungan, dan memberikan dampak nyata terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kualitas hidup.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas