Banjir Bandang Terjang Nagan Raya, 25 Ribu Warga Terdampak dan Infrastruktur Rusak Parah
Kepala BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, menyebut bencana kali ini termasuk yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Banjir bandang dan banjir luapan kembali melanda Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, pada Rabu (26/11) hingga Kamis (27/11). Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan ribuan rumah terendam dan puluhan desa lumpuh akibat genangan air yang meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya mencatat sedikitnya 25.608 jiwa atau 8.258 kepala keluarga (KK) terdampak.
Kepala BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, menyebut bencana kali ini termasuk yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir meski tidak menimbulkan korban jiwa.
“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa di masyarakat, namun dampak bencana alam ini sangat parah,” ujarnya, Senin malam.
Empat kecamatan menjadi wilayah paling parah dilanda banjir, masing-masing Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, Tripa Makmur, dan Tadu Raya. Air bah yang datang tiba-tiba merendam permukiman, merusak fasilitas umum, serta meng isolasi sejumlah desa. Warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi maupun ke pos-pos darurat.
Di Kecamatan Darul Makmur, salah satu kawasan terpadat di Nagan Raya, banjir menggenangi hampir seluruh desa. Ribuan warga mengaku kehilangan harta benda karena air naik dengan cepat sejak malam hingga dini hari.
“Kami tidak sempat menyelamatkan apa-apa. Air datang mendadak,” ujar salah satu warga secara terpisah.
BPBD melaporkan kerusakan infrastruktur cukup serius. Beberapa jembatan rusak diterjang arus deras, sementara jalan penghubung antar desa terputus. Kondisi ini menyulitkan tim lapangan dalam menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak, terutama desa-desa yang berada di pedalaman Tripa Makmur dan Tadu Raya.
“Banjir bandang mengganggu aktivitas masyarakat karena infrastruktur berupa jalan dan jembatan rusak,” ungkap Irfanda.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya masih melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah, lahan pertanian, dan fasilitas umum. Tim gabungan TNI–Polri, relawan, serta BPBD telah diterjunkan untuk membantu warga, membersihkan lokasi terdampak, dan memastikan kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, serta layanan kesehatan terpenuhi.
Hingga saat ini, sebagian wilayah masih tergenang, sementara cuaca tidak menentu memicu kekhawatiran akan banjir susulan. Pemkab mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Banjir ini menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana dan perbaikan ekosistem daerah aliran sungai perlu diprioritaskan agar dampak serupa tidak terus berulang di masa mendatang.