indonews

indonews.id

Patah Hati yang Kupilih, Ketika Anak Menjadi Penyatu Perbedaan

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Kisah pasangan kekasih beda agama terpaksa berpisah kerena kedua ibu mereka memegang prinsip yang kuat dengan keyakinan masing-masing. Namun hal itu pun melemah dengan kehadiran si kecil yang butuh kasih sayang kedua orangtuanya. Patah Hati yang Kupilih, orangtua yang melakukan, anak tetap korban dan penyembuhnya. Lalu siapa yang patah hati? 

Film produksi Cinemaku Picture menggelar gala premier di XXI Plaza Indonesia, hadir dalam kesempatan itu para pemain antara lain, Prilly Latuconsina, Bryan Domani, Humaira Jahra, Rowiena Umboh, dan Willem Bevers. 

Film yang mengkisahkan pasangan muda mudi beda agama dan dipisahkan oleh keyakinan ibu mereka terhadap agama yang dianutnya. Alya (Prilly L) dan Ben (Bryan Domani) lancar-lancar saja berpacaran, keduanya memang menyembunyikan percintaankeduanya dari ibu mereka. 

Sampai suatu saat Alya datang ke pesta ulangtahun ibunya Ben, akhirnya mereka kepergok dan meminta Alya meninggalkan Ben karena berbeda keyakin. Di hari-hari berikutnya mereka tetap menjadi pasangan kekasih, ibu Ben mengetahui itu mengirim Ben ke Paris guna masa depan anaknya. 

Sebelum berangkat, Ben dan Alya nonton film teater mobil, disana terjadi hubungan terlarang, dan Alya pun hamil namun hal itu tak diketahui Ben yang sudah ada di Paris. Ibunya lalu mendatangi keluarga Ben guna meminta pertanggungjawaban, namun ibu Ben menolak karena perbedaan keyakinan. Keluar Ben pun tak mengabari kehamilan Alya pada Ben. 

Akhirnya Ben tahu kalau anak yang bersama Alya adalah anaknya, saat pemakaman ayah Ben, saat itu Alya datang ke pemakaman bersama Freya (Marissa Anita). Ben berusaha mengejar keduanya namun mereka segera pergi menaiki mobil yang dikendarai Fahri (Humaira Jahra) kekasih Alya teman satu kantornya. 

Dari foto dipemakaman Ben ingat dengan kenangan bersama Alya kala melihat kalung yang dikenakan Freya. Dari foto itu juga Ben tahu dimana Freya bersekolah, keesokan harinya ia mendatangi sekolah Freya lalu membuntutinya hingga pulang ke ruko tempat ibu Alya membuka resto mie godog Jawa. 

7 tahun lamanya Ben tak tahu bila ia adalah seorang ayah, tapi ia yakin bahwa Freya adalah anaknya. Setiap hari Ben datang ke sekolah Freya dan akhirnya diketahui Alya. Pertemuan dengan Ben membuka kenangan lama, bahkan Alya sempat goyah antara Ben atau Fahri yang bakal menjadi ayahnya Freya. 

Ide film ini menarik namun kurang detail mengeksplor perang batin Alya dihadapkan dengan pilihan dua pria yang ada di hatinya. Penggarapnya pun masih memilih jalur aman, meski berani mengangkat anak diluar nikah, dimana hal itu tabu bagi masyarakat kita. Dan penggambaran nyinyiran tetangga pun tak ada sedikit pun di film tersebut. Seakan hal yang lumrah punya anak di luar nikah. 

Patah Hati yang kupilih kisah percintaan beda agama yang banyak terjadi di masyarakat, film ini mengambil dari sudut yang berbeda dari film sejenis yang mengangkat perbedaan keyakinan. Film ini layak ditonton apalagi buat mereka yang tengah menjalankan percintaan beda agama.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas