Khrisna Mukti Tinggalkan Dunia Politik, Siapkan Single Album
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Mencoba hal yang baru itu lumrah tapi bila jiwa kita terpenjara ada baiknya kembali ke ke tempat dimana kita dikenal masyarakat. Periode ini banyak anggota dewan dari kalangan artis, namun ada pula selebritis yang periode sebelumnya di Senayan gagal masuk lagi ke gedung kura-kura. Ada pelajaran berharga dari aktor sinetron yang meninggalkan dunia politik, apa pesannya?
Khrisna Mukti siapa tak kenal dia terutama penggemar sinetron, sebelum ia masuk Senayan, namanya 'wira wiri' di layar kaca selaku pemain sinetron. 5 tahun atau satu periode dia merasakan manis - sepetnya jadi anggota dewan, di periode 2024-2029 ia coba lagi ada di gedung bundar namun di periode itu Khrisna dipindahkan Dapilnya bukan di daerah yang kali pertama kali terpilih masuk DPR.
Ditemui indonews.id kala bertandang ke rumah saudaranya yang tengah merayakan Natal, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Kebetulan jarak rumah antar mereka tak terlalu jauh, sekitar 2km. Khrisna sendiri juga tinggal di kawasan Tebet.
Semenjak tak lagi di dunia politik, Khrisna kembali ke habitatnya yang telah membuat ia dikenal masyarakat. Bahkan Khrisna berencana terjun ke dunia tarik suara, dengan mengeluarkan single album selepas Idul Fitri nanti. Sebelum menuturkan kembali ke entertaimen, ia mengungkapkan perjalanan semasa di politik yang kemudian ia tinggalkan.
Menurutnya, dunia politik bukan panggilan jiwanya, selama 10 tahun berkecimpung di sana ia merasakan hal itu. Dunia politik jauh berbeda dengan dunia hiburan, di politik masih ada gap antar sesama politisi sedangkan di hiburan hal itu tak dikenal bahkan pendatang baru pun disambut hangat.
Dalam politik, kejujuran personal kerap sulit diekspresikan secara utuh. Relasi antarpelaku politik tidak selalu bersifat permanen. Hari ini bisa menjadi kawan, esok berubah menjadi lawan, tergantung kepentingan dan dinamika yang berkembang.
“Kalau di politik, kita tidak bisa sepenuhnya menunjukkan suka atau tidak suka. Semuanya harus mengikuti situasi dan arahan. Kadang rasanya seperti sinetron yang panjang,” ujarnya.
Dijelaskan, setiap keputusan politik selalu berkaitan dengan banyak faktor dan tidak bisa dilakukan secara semena-mena, termasuk dalam hal pemberian bantuan kepada individu maupun kelompok masyarakat. Seluruh langkah harus mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku.
Dari sisi kesejahteraan, politik kerap dianggap lebih stabil dibandingkan dunia hiburan. Masa jabatan yang jelas dan penghasilan tetap menjadi daya tarik tersendiri. Berbeda dengan dunia entertainment yang penuh ketidakpastian.
“Di hiburan, kadang panen, kadang sepi. Tapi di politik, setidaknya lima tahun ada kepastian,” ujarnya.
Namun, pengalaman paling berkesan justru dirasakan setelah tidak lagi menjabat. Ia mengaku, saat masih menjadi anggota dewan, undangan acara datang hampir setiap hari. Relasi sosial terasa luas dan intens. Akan tetapi, kondisi tersebut berubah drastis ketika status jabatan lepas.
“Begitu tidak lagi menjabat, lingkaran itu menyempit. Bahkan sekadar ingin bersilaturahmi sebagai sesama politisi pun terasa sulit,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menegaskan pandangannya mengenai hakikat politik. Menurutnya, jabatan anggota dewan seharusnya dimaknai sebagai amanah untuk melayani masyarakat, bukan sarana mencari keuntungan pribadi.
“Anggota dewan itu pelayan rakyat. Bukan untuk cari proyek, bukan untuk cari keuntungan. Kalau niatnya sudah benar, tidak akan ada ruang untuk korupsi,” tegasnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran, terutama bagi kalangan dari dunia hiburan yang terjun ke politik, agar tidak terjebak pada gengsi, popularitas, atau kepentingan pribadi.
“Pada akhirnya, jabatan itu sementara. Yang dinilai adalah sikap dan nilai kita sebagai manusia,” pungkasnya.
Kala pandemi COVID-19 semua orang kena imbasnya, funia kerja menjadi lebih terbatas, sementara usia terus bertambah. Meski demikian, ia memilih bertahan dengan kembali menekuni dunia seni yang telah mengalir dalam keluarganya. “Darah seni itu sudah ada dari keluarga. Musik dan dunia hiburan bukan hal baru bagi saya,” tambahnya.
Saat ini, ia tengah mempersiapkan karya musik, termasuk menggarap lagu-lagu lama yang ia ciptakan yang sempat tertunda. Langkah tersebut dipilih sebagai bentuk adaptasi sekaligus upaya tetap produktif di tengah perubahan zaman.
Khrisna ternyata punya impian lama yaitu menjadi penyanyi, keinginannya itu sudah lama ia simpan. Sebenarnya ia ingin ada di dunia tarik suara tapi nasib membelokan keinginannya meski masih di dunia hiburan. Malah namanya melambung di dunia entertaimen, aktor papan atas layar kaca.
Kini ia mulai mencoba di dunia tarik suara yang sudah menjadi niatnya sejak dahulu, lagu-nya pun sudah ia siapkan. Rencananya akan ia rilis seusai Idul Fitri, kini tengah ia siapkan segalanya termasuk menggandeng produser yang akan memperbanyak lagunya.