Kodam III/Siliwangi Selidiki Informasi 23 Anggota TNI Diduga Hilang dalam Longsor di Bandung Barat
Kodam III/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang dilaporkan ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Kodam III/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang dilaporkan ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi langsung di lapangan.
“Terkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,” ujar Mahmuddin, Sabtu (24/1).
Mahmuddin menegaskan, proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan yang berat. Hujan yang masih turun disertai angin kencang serta aliran air yang kuat menyebabkan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum dapat diturunkan ke lokasi kejadian.
“Kami akan terus melakukan pencarian. Namun kondisi cuaca dan medan saat ini masih belum memungkinkan untuk penggunaan alat berat,” katanya.
Selain itu, jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah yang mencapai sekitar dua kilometer turut menyulitkan proses evakuasi korban.
Sementara itu, korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, bencana longsor tersebut menyebabkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian. Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.