Presiden Prabowo Perintahkan Perombakan Total Direksi Bank Himbara
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto telah memerintahkan pergantian total jajaran dewan direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pergantian tersebut dipastikan tidak akan diisi oleh pegawai internal bank-bank BUMN.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto telah memerintahkan pergantian total jajaran dewan direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pergantian tersebut dipastikan tidak akan diisi oleh pegawai internal bank-bank BUMN.
Hal itu disampaikan Sjafrie saat memberikan pidato dalam acara Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
“Presiden memerintahkan pergantian direksi bank Himbara,” ujar Sjafrie di hadapan peserta retret.
Menurut Sjafrie, langkah tersebut diambil karena selama ini bank-bank Himbara dinilai lebih banyak menyalurkan kredit kepada taipan dan pengusaha besar, sementara pelaku usaha kecil dan masyarakat luas belum merasakan manfaat yang signifikan.
“Himbara itu lebih mementingkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil,” katanya.
Sjafrie juga mempertanyakan dampak nyata dari penyaluran kredit besar yang telah diberikan kepada sejumlah pengusaha. Ia menegaskan bahwa dana yang disalurkan seharusnya memberikan manfaat langsung bagi rakyat dan perekonomian nasional.
“Bank Himbara sudah menyalurkan kepada pengusaha. Ke mana uang-uang itu? Kita wajib membela negara kita yang sedang dalam ancaman ekonomi ini,” ucap Sjafrie, yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan periode 2010–2014.
Lebih lanjut, Sjafrie menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginginkan perubahan fungsi bank-bank BUMN agar lebih berorientasi pada kepentingan rakyat, khususnya dalam penyaluran kredit.
“Menertibkan BUMN, tata kelola baru, kita melakukan talent scouting. Kita tidak mengambil lagi mereka yang lama bercokol di BUMN. Kita mengambil mereka yang punya kemampuan, praktisi, dan cinta tanah air,” tegasnya.
Rencana perombakan ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola BUMN sekaligus menjadikan bank-bank negara sebagai motor penggerak ekonomi rakyat di tengah tantangan ekonomi nasional.