Simak! Ini Update Menkeu Soal Nasib Harga BBM Subsidi: Kita Lihat Perkembangannya Sebulan Ini
Pemerintah memastikan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah memastikan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa hingga saat ini skema subsidi BBM masih dipertahankan demi menjaga stabilitas harga energi serta daya beli masyarakat.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” ujar Purbaya usai melakukan kunjungan kerja di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (10/3).
Menurut Purbaya, keputusan pemerintah untuk tidak serta-merta menaikkan harga BBM subsidi didukung oleh kondisi stok energi domestik yang masih relatif aman. Selain itu, rata-rata harga minyak dunia secara kumulatif masih berada di bawah asumsi makro yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai ruang fiskal masih cukup memadai untuk menyerap dampak kenaikan harga energi global tanpa harus langsung membebankan biaya tambahan kepada masyarakat.
Meski demikian, pemerintah tetap akan memantau secara ketat dinamika pasar energi global, terutama perkembangan konflik geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.
“Kita lihat sebulan ini, kita lihat bagaimana keadaannya. Nanti kalau satu bulan semuanya berubah, kita akan evaluasi secara menyeluruh. Yang jelas kita akan pastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” kata Purbaya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kekhawatiran publik terkait potensi kenaikan harga energi di tengah memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada pasar energi global.
Pemerintah, lanjut Purbaya, berkomitmen mengambil langkah kebijakan yang terukur agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga tanpa memicu lonjakan inflasi.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan percaya bahwa pemerintah memiliki pengalaman dalam menghadapi gejolak harga energi.
“Percaya saja, kita sudah beberapa kali mengalami harga minyak tinggi dan negara ini tetap bisa melewatinya karena kebijakan yang diambil tepat,” ujarnya.