indonews

indonews.id

Dari Jalanan ke Kemandirian, Program PNM Perkuat Peran Perempuan Penopang Ekonomi Keluarga

Di tengah kerasnya kehidupan perkotaan, banyak perempuan Indonesia memegang peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengurus keluarga. Dalam kondisi serba terbatas, mereka tetap bertahan dan berjuang demi masa depan anak-anaknya.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Dari Jalanan ke Kemandirian, Program PNM Perkuat Peran Perempuan Penopang Ekonomi Keluarga
Foto: Ketik.com

Jakarta, INDONEWS.ID – Di tengah kerasnya kehidupan perkotaan, banyak perempuan Indonesia memegang peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengurus keluarga. Dalam kondisi serba terbatas, mereka tetap bertahan dan berjuang demi masa depan anak-anaknya.

Salah satunya adalah Triyulianti, seorang pengemudi ojek online yang harus meninggalkan bayinya yang masih berusia tiga bulan setiap hari demi bekerja. Di balik rutinitasnya di jalan, tersimpan pergulatan batin seorang ibu yang harus memilih antara kewajiban ekonomi dan kedekatan dengan buah hati.

Kisah serupa juga dialami Novi, pengemudi taksi yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan ibu kota. Dari pagi hingga larut malam, ia bekerja tanpa kenal lelah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Perjuangan mereka mencerminkan realitas yang dihadapi jutaan perempuan Indonesia, terutama dari kalangan prasejahtera. Tidak hanya sebagai pelengkap, perempuan kini menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Melihat kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang menyasar perempuan ultra mikro melalui program Mekaar.

Program ini tidak sekadar memberikan akses pembiayaan tanpa agunan, tetapi juga dilengkapi dengan pendampingan intensif. Para nasabah dibekali pengetahuan terkait pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, hingga peningkatan keterampilan kewirausahaan.

Pendampingan dilakukan secara berkala melalui sistem kelompok kecil berbasis tanggung renteng. Dalam kelompok tersebut, para perempuan saling mendukung dan menguatkan, menciptakan solidaritas yang menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Selain itu, melalui skema Mekaar Syariah, PNM juga menawarkan pembiayaan berbasis prinsip syariah tanpa bunga, menggunakan akad yang sesuai dengan ketentuan Majelis Ulama Indonesia.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa peran PNM tidak hanya sebatas lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai instrumen negara dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi.

“PNM menjalankan mandat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, EVP Pengembangan & Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, menyebut perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan.

Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan akan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi dan sosial secara luas.

Hingga Februari 2026, PNM tercatat telah melayani sekitar 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro di lebih dari 60 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya peran pemberdayaan perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Dari langkah kecil yang dimulai di rumah tangga, perempuan-perempuan ini perlahan membangun kemandirian, sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas