indonews

indonews.id

Melayat ke Rumah Duka, Ismeth Wibowo: Prof. Juwono Sudarsono Pembimbing Skripsi Saya Saat Kuliah di FISIP UI

Prof. Juwono Sudarsono adalah seorang yang humble. Dia adalah pembimbing skripsi saya di FISIP UI.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Melayat ke Rumah Duka, Ismeth Wibowo: Prof. Juwono Sudarsono Pembimbing Skripsi Saya Saat Kuliah di FISIP UI
Komisaris PT Sunra Asia Pasific Hi-Tech, Ismeth Wibowo (kiri) bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerjasama Multilateral Mari Elka Pangestu saat melayat ke Rumah duka di Jalan Alam Asri VIII, Pondok Indah, Jakarta Selatan. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Pertahanan pada masa Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Prof. Juwono Sudarsono menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, sekitar pukul 13.45 WIB, Sabtu (28/3).

Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia tersebut akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pagi ini yang akan dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dari kemarin hingga hari ini banyak tokoh nasional, keluarga, kerabat, maupun rekan kerja melayat ke rumah duka yang terdapat di Jalan Alam Asri VIII, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Turut melayat di rumah duka adalah mantan Kepala BIN Jenderal TNI ( Pur) A.M. Hendropriyono, mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerjasama Multilateral Mari Elka Pangestu, Duta Besar RI untuk Malaysia Iman Kusumo.

Selain itu, ada Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, pengacara Kiky Marcel, dan Danpaspampres Mayjen TNI Edwin Sumantha. Mantan Menko Kesra Aburizal Bakrie juga turut melayat bersama para tokoh nasional lain.

Berbagai karangan bunga juga berjejer di rumah duka di antaranya dari Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Satu dari antara tokoh tersebut yakni Komisaris PT Sunra Asia Pasific Hi-Tech, Ismeth Wibowo. Ismeth Wibowo melayat ke rumah duka bersama sahabatnya Mora Dharma Silitonga, seorang pengusaha yang juga adik sepupu Presiden Prabowo Subianto.

”Prof. Juwono Sudarsono adalah seorang yang humble. Dia adalah pembimbing skripsi saya di FISIP UI,” ujar Ismeth.

Ismeth menambahkan, ayah Prof. Juwono Sudarsono adalah Sudarsono, mantan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Sosial. ”Beliau kolega dari kakek saya, Ir. H. Juanda, Perdana Menteri RI yang terakhir dan Menteri Pertama yang pertama dan terakhir pada masa Kabinet RI. Ir. Juanda, Prof. Juwono Sudarsono, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Amir Sjarifoeddin. Kemudian, Matori Abdul Djalil, Mahfud MD, dan Purnomo Yusgiantoro pernah menjabat Menteri Pertahanan dari kalangan sipil,” kata Ismeth.

Sebelum dimakamkan pagi ini, jenazah disemayamkan di Ruang Hening Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada pukul 07.30 WIB.

“Prosesi pelepasan jenazah akan dilaksanakan di Lapangan Bela Negara Kemhan dipimpin oleh Bapak Wamenhan,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Brigjen TNI Rico mengatakan, setelah itu, jenazah diberangkatkan ke TMP Kalibata untuk dimakamkan dengan upacara militer yang dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Profil Juwono Sudarsono

Dilansir dari situs Kementerian Pertahanan RI, Juwono Sudarsono lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942. Dia dikenal sebagai sosok profesional di bidang pertahanan dan hubungan internasional.

Juwono mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Indonesia (UI) pada 1965, dan kuliah lagi jenjang S2 untuk mendapatkan gelar M.A di Universitas California, Berkeley pada 1970.

Juwono kemudian kuliah lagi untuk mendapatkan gelar S3 atau Ph.D. dari London School of Economics and Political Science pada 1975.

Juwono Sudarsono pertama bergabung dengan pemerintahan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VII Soeharto. Pada Kabinet Reformasi Pembangunan semasa pemerintahan Presiden BJ Habibie, Juwono Sudarsono menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian, ia ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan pada masa Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), untuk periode 1999–2000.


Setelah itu, posisi Menteri Pertahanan sempat diisi oleh Mahfud MD dan kemudian Matori Abdul Djalil pada era Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada masa Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Juwono kembali dipercaya menjabat Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu I pada 29 Oktober 2004 hingga 26 Oktober 2009.

Selama menjabat, ia menyusun dan mengajukan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait pertahanan ke DPR, di antaranya RUU Komponen Cadangan, RUU Keamanan Nasional, RUU Rahasia Negara, RUU Peradilan Militer, dan RUU Veteran. *

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas