Terus Memanas! Roket Hantam Area Nuklir Iran, Satu Penjaga Tewas
Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam kawasan dekat pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr, selatan Iran, pada Sabtu (4/4) pagi waktu setempat. Insiden ini menewaskan satu orang.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam kawasan dekat pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr, selatan Iran, pada Sabtu (4/4) pagi waktu setempat. Insiden ini menewaskan satu orang.
Menurut kantor berita resmi Islamic Republic News Agency, serangan terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Roket dilaporkan jatuh di area dekat fasilitas nuklir tersebut.
Laporan yang dikutip dari Agence France-Presse menyebutkan korban tewas merupakan seorang penjaga gedung di sekitar lokasi. Meski demikian, tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.
Selain itu, serangan juga dilaporkan menyasar sebuah pabrik semen di wilayah selatan Iran. Kantor berita Tasnim News Agency mengutip pernyataan Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan, Ahmad Nafisi, yang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Serangan Amerika-Zionis terhadap pabrik semen Bandar Khamir tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Nafisi. Ia menambahkan operasional pabrik tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Situasi di Iran terus memanas sejak serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta ribuan warga sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel dan aset milik Amerika Serikat di kawasan Teluk, memperparah eskalasi konflik di Timur Tengah.