Nasional

Rudal Balistik Iran Hantam Pabrik Kimia di Israel Selatan, Kebakaran Besar Terjadi

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 30/03/2026 09:10 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID — Sebuah pecahan rudal balistik yang diluncurkan Iran dilaporkan menghantam fasilitas pabrik kimia milik perusahaan ADAMA di wilayah selatan Israel, Minggu (29/3). Insiden tersebut memicu kebakaran besar dan kepanikan di kalangan otoritas setempat.

Menurut laporan Reuters, kobaran api besar disertai asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi di kawasan industri Ne`ot Hovav. Puluhan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan situasi.

Dinas pemadam kebakaran Israel menyatakan bahwa kondisi saat ini telah terkendali. Meski demikian, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman lanjutan serta proses pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.

Sempat terjadi kekhawatiran akan kebocoran bahan berbahaya akibat insiden tersebut. Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel bahkan mengeluarkan peringatan kepada warga sipil agar tetap berada di dalam ruangan. Jalan-jalan di sekitar kawasan industri juga ditutup untuk menghindari potensi paparan zat berbahaya.

Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel kemudian memastikan bahwa situasi telah aman setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan risiko. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Media The Times of Israel melaporkan bahwa para pekerja di kawasan industri Ne`ot Hovav telah dievakuasi ke tempat aman dan kini diizinkan meninggalkan lokasi.

Perusahaan ADAMA sendiri merupakan bagian dari Syngenta Group yang berbasis di China. Hingga saat ini, pihak perusahaan belum merilis informasi terkait tingkat kerusakan akibat kebakaran tersebut.

Kawasan Ne`ot Hovav diketahui berjarak sekitar 13 kilometer dari Beersheba, kota terbesar di Israel selatan yang juga menjadi lokasi sejumlah pangkalan militer Israel.

Serangan ini disebut sebagai respons Iran atas serangan sebelumnya yang dilakukan Israel terhadap infrastruktur listrik di Teheran. Kementerian Energi Iran melaporkan bahwa serangan tersebut sempat menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Teheran dan Alborz. Namun, pasokan listrik kini dilaporkan mulai pulih di sebagian besar wilayah terdampak.*

Artikel Lainnya