Nasional

Serangan Bom Klaster Iran Meningkat, Sistem Pertahanan Israel Kewalahan

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 21/03/2026 09:38 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Intensitas serangan rudal balistik Iran dengan hulu ledak bom klaster atau “bom beranak” ke Israel dilaporkan semakin meningkat, memicu tekanan besar terhadap sistem pertahanan udara negara tersebut.

Pakar pertahanan rudal, Uzi Rubin, menjelaskan bahwa bom klaster merupakan amunisi yang membawa puluhan bom kecil (bomblet) dalam satu hulu ledak. Saat mendekati target, selongsong rudal akan terbuka dan menyebarkan bom-bom kecil ke area luas.

“Alih-alih satu ledakan besar, rudal ini menyebarkan banyak bom kecil yang jatuh dan meledak di berbagai titik,” ujarnya.

Kondisi ini menyulitkan sistem pertahanan udara Israel Defense Forces. Pencegatan harus dilakukan sebelum hulu ledak terbuka. Jika terlambat, bom kecil yang telah tersebar jauh lebih sulit untuk dihancurkan.

Sistem pertahanan jarak jauh seperti Arrow missile defense system dapat mencegat rudal sebelum terurai. Namun setelah bom klaster menyebar, sistem jarak pendek seperti Iron Dome harus menghadapi puluhan target sekaligus, yang membuatnya kewalahan.

Pejabat militer Israel mengakui adanya dilema dalam menghadapi serangan ini. Dalam beberapa situasi, Angkatan Udara Israel memilih tidak mencegat seluruh bom kecil tersebut, terutama jika warga telah berada di tempat perlindungan, guna menghemat stok rudal pencegat.

Sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, Iran dilaporkan telah meluncurkan lebih dari 350 rudal balistik ke Israel. Dalam 10 hari pertama, sekitar setengahnya disebut membawa hulu ledak bom klaster, dan persentasenya terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Setiap rudal klaster dapat menyebarkan antara 24 hingga 80 bom kecil dengan radius sebaran hingga 10 kilometer. Meski tidak mampu menembus bunker perlindungan, bom tersebut tetap berbahaya bagi warga di ruang terbuka dan dapat menyebabkan kerusakan material.

Sejauh ini, sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas akibat serangan bom klaster, termasuk pasangan lansia yang menjadi korban saat mencoba menuju tempat perlindungan. Selain itu, beberapa korban luka juga dilaporkan dalam berbagai insiden.

Militer Israel mencatat lebih dari dua lusin kejadian rudal dengan hulu ledak klaster menghantam permukiman, menghasilkan lebih dari 100 titik ledakan terpisah. Situasi ini memperlihatkan tantangan baru bagi sistem pertahanan Israel dalam menghadapi pola serangan yang semakin kompleks.*

Artikel Lainnya