Kepala BGN Buka Suara soal Anggaran EO Rp113 Miliar, Ini Alasannya
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik atas alokasi anggaran sebesar Rp113 miliar untuk penggunaan jasa event organizer (EO).
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik atas alokasi anggaran sebesar Rp113 miliar untuk penggunaan jasa event organizer (EO).
Dadan menjelaskan, penggunaan EO merupakan bagian dari kebutuhan strategis BGN sebagai lembaga baru yang tengah berada dalam tahap awal pembangunan sistem dan tata kelola operasional.
“Sebagai lembaga baru yang menjalankan program strategis nasional, BGN masih dalam fase awal pembentukan struktur organisasi dan sistem kerja,” ujar Dadan dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Menurut Dadan, BGN saat ini belum sepenuhnya memiliki sumber daya internal yang siap menangani kegiatan berskala besar secara mandiri, terutama dalam hal penyelenggaraan acara, kampanye publik, dan sosialisasi nasional.
Ia menilai, keterlibatan EO menjadi solusi untuk memastikan kegiatan berjalan profesional, terstandar, dan tepat waktu.
“EO memiliki keahlian khusus mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, hingga pengelolaan teknis dan mitigasi risiko di lapangan. Ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid,” jelasnya.
Selain aspek teknis, penggunaan jasa EO juga disebut mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan administrasi dan keuangan. Dengan melibatkan pihak ketiga, seluruh proses mulai dari pengadaan barang dan jasa hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara karena terdokumentasi secara sistematis,” tambah Dadan.
Anggaran EO senilai Rp113 miliar sebelumnya menjadi perhatian publik karena dinilai cukup besar. Namun, BGN menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk mendukung pelaksanaan program strategis nasional secara optimal di tengah keterbatasan internal lembaga yang masih dalam tahap pengembangan.
Ke depan, BGN menyatakan akan terus memperkuat kapasitas internal agar mampu menjalankan berbagai kegiatan secara mandiri seiring dengan perkembangan organisasi.*