Nasional

Kepala BGN Ungkap Alasan Beli 21.801 Unit Motor Trail Listrik Petugas SPPG

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 09/04/2026 11:48 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan alasan pengadaan puluhan ribu motor trail listrik bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni untuk menjangkau wilayah dengan akses transportasi yang sulit.

Dadan menyampaikan, pengadaan kendaraan operasional tersebut telah direncanakan sejak 2025 dan direalisasikan sebanyak 21.801 unit dari total 25 ribu unit yang dipesan. Motor trail listrik itu nantinya akan didistribusikan untuk mendukung operasional petugas SPPG di berbagai daerah terpencil.

“Kita akan distribusikan nanti untuk operasional, seluruh orang yang ada di SPPG, terutama di daerah-daerah yang sulit,” ujar Dadan saat ditemui menjelang taklimat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Menurutnya, keberadaan motor trail listrik menjadi krusial untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah pedesaan dan daerah dengan medan yang sulit dijangkau kendaraan biasa.

“Program ini kan menjangkau daerah-daerah yang akan sangat sulit, menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang memang hanya bisa dengan motor,” jelasnya.

Motor tersebut akan difungsikan sebagai sarana mobilitas petugas dalam mendistribusikan bantuan gizi sekaligus menunjang operasional SPPG di lapangan.

Meski demikian, Dadan memastikan bahwa untuk tahun ini tidak ada rencana penambahan unit motor baru. Fokus pemerintah saat ini adalah menyelesaikan distribusi unit yang telah tersedia.

Sebelumnya, pada Selasa (7/4), Dadan juga menegaskan bahwa sepeda motor yang dianggarkan sejak 2025 itu belum dibagikan secara resmi. Hal ini lantaran kendaraan tersebut masih harus melalui proses administrasi sebagai barang milik negara (BMN).

Ia menjelaskan, proses realisasi pengadaan motor dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025. Setelah seluruh tahapan administrasi rampung, kendaraan baru dapat didistribusikan dan digunakan secara operasional.

Pernyataan ini sekaligus menanggapi beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sepeda motor berlogo BGN, yang memicu pertanyaan publik terkait status dan penggunaannya.

Artikel Lainnya