indonews

indonews.id

Usai dari Pakistan, Menlu Iran Lanjut ke Rusia Bahas Eskalasi Konflik dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melanjutkan rangkaian diplomasi regional dengan bertolak ke Moskow, Rusia, setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Pakistan dan Oman.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Usai dari Pakistan, Menlu Iran Lanjut ke Rusia Bahas Eskalasi Konflik dengan AS
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melanjutkan rangkaian diplomasi regional dengan bertolak ke Moskow, Rusia, setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Pakistan dan Oman.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Araghchi akan bertemu sejumlah pejabat senior Rusia untuk membahas perkembangan kawasan, termasuk meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Pihak Rusia telah mengonfirmasi kunjungan tersebut, namun belum memastikan apakah Araghchi akan bertemu Presiden Vladimir Putin.

Sebelum ke Rusia, Araghchi melakukan diplomasi ulang-alik ke Pakistan dan Oman guna memperkuat koordinasi regional. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa negara-negara tetangga menjadi prioritas utama Iran dalam menghadapi dinamika geopolitik saat ini.

Di Islamabad, Araghchi bertemu dengan Kepala Militer Pakistan Asim Munir, serta menjalin komunikasi dengan pemerintahan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar. Ia menyebut pertemuan tersebut sangat produktif, khususnya dalam upaya mendorong stabilitas kawasan Timur Tengah.

Araghchi juga menyinggung peran Amerika Serikat dalam proses perdamaian. Ia menyatakan masih perlu melihat keseriusan Washington dalam jalur diplomasi, menyindir kebijakan Presiden Donald Trump terkait negosiasi konflik.

Setelah dari Pakistan, Araghchi sempat singgah di Muscat, Oman, dan bertemu Sultan Haitham bin Thariq. Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral serta isu strategis, termasuk keamanan jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz.

Menurut Araghchi, sebagai negara pesisir utama di Hormuz, Iran berkepentingan memastikan keamanan jalur tersebut demi kepentingan regional dan global.

Rangkaian kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Kedua pihak sebelumnya terlibat saling serang sejak akhir Februari, sebelum sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada April.

Meski sempat direncanakan, hingga kini putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran belum terlaksana. Bahkan, rencana pengiriman delegasi AS ke Islamabad dibatalkan secara mendadak oleh Presiden Trump.

Di tengah dinamika tersebut, media Iran melaporkan Teheran telah mengirim pesan tertulis kepada AS melalui mediator Pakistan, yang berisi sejumlah “garis merah” Iran, termasuk terkait program nuklir dan keamanan Selat Hormuz.

Langkah diplomasi Araghchi ke Rusia dinilai sebagai upaya Iran memperkuat posisi strategisnya di tengah ketidakpastian negosiasi dengan Amerika Serikat serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas