Prabowo Sentil Narasi "Kabur Aja Dulu": "Mau ke Yaman, Silakan"
Presiden RI, Prabowo Subianto, melontarkan kritik tajam terhadap pihak-pihak yang dinilainya tidak memiliki semangat patriotisme dan pesimis terhadap masa depan Indonesia.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, melontarkan kritik tajam terhadap pihak-pihak yang dinilainya tidak memiliki semangat patriotisme dan pesimis terhadap masa depan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4). Dalam pidatonya, ia kembali menyinggung narasi “Indonesia Gelap” dan tren “kabur aja dulu” yang sempat ramai di ruang publik.
“Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur aja. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan,” ujar Prabowo.
Menurutnya, pandangan tersebut mencerminkan sikap yang tidak objektif dalam melihat kondisi dan masa depan Indonesia. Ia menilai, pihak-pihak yang pesimis justru mengabaikan berbagai capaian positif yang telah diraih bangsa.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang aman dan memiliki prospek cerah ke depan. Ia bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu negara paling aman di dunia saat ini.
“Mau kabur ke mana? Lihat fakta, lihat data. Kita ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia sekarang. Kalau mau kabur, silakan saja,” tegasnya.
Janji Kelola Kekayaan untuk Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan komitmennya bersama jajaran pemerintah untuk bekerja maksimal demi kepentingan rakyat Indonesia.
Ia menyoroti pengelolaan sumber daya alam yang selama ini dinilai belum optimal dinikmati masyarakat luas. Menurutnya, praktik lama yang hanya menguntungkan segelintir pihak harus dihentikan.
“Kita ingin kekayaan alam Indonesia dinikmati seluruh rakyat, bukan hanya sebagian kecil,” ujarnya.
Prabowo juga mengkritik pihak-pihak yang telah mendapatkan berbagai fasilitas dari negara, seperti konsesi tambang dan perkebunan, namun tidak memberikan dampak maksimal bagi perekonomian nasional.
Sebelumnya, pada awal April, Prabowo juga telah menanggapi narasi “Indonesia Gelap” dengan menyatakan bahwa masa depan Indonesia justru cerah.
Ia optimistis Indonesia akan menjadi negara yang kuat, mandiri, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
“Indonesia sedang bangkit. Kita akan membuat kejutan bagi dunia. This giant is waking up, kita tidak lagi menjadi sleeping giant,” kata Prabowo dalam kesempatan lain di Magelang.
Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan pemerintah bahwa Indonesia berada di jalur pertumbuhan positif, sekaligus menjadi pesan bagi masyarakat untuk tetap optimistis dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.