indonews

indonews.id

Update Kecelakaan Maut Bekasi Timur: 16 Tewas, Polisi Selidiki Human Error hingga Sistem

Jumlah korban tewas dalam kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Rabu (29/4), korban meninggal dunia tercatat mencapai 16 orang.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Rabu (29/4), korban meninggal dunia tercatat mencapai 16 orang.

Insiden yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang menabrak taksi yang mogok di perlintasan Bulak Kapal, tidak jauh dari stasiun. Akibatnya, rangkaian KRL terganggu dan proses evakuasi dilakukan.

Dalam situasi tersebut, satu rangkaian KRL lainnya yang menuju Cikarang diberhentikan di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun nahas, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sempurna dan menghantam KRL yang sedang berhenti.

Pihak Polda Metro Jaya kini tengah menyelidiki penyebab kecelakaan. Sejumlah saksi, termasuk masinis, petugas stasiun, hingga Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dijadwalkan menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan di kantor PT KAI pada Kamis (30/4).

“Agenda pemeriksaan meliputi masinis, petugas stasiun, hingga Polsuska,” ujarnya.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

“Apakah ini terkait human error atau kendala sistem, semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi dan barang bukti,” jelas Budi.

Korban Bertambah, Satu Dirawat Meninggal

Korban tewas terbaru diketahui bernama Mia Citra (25), yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid. Dengan demikian, total korban meninggal dunia kini mencapai 16 orang.

Salah satu korban, Nurlaela, seorang guru SDN Pulo Gebang 11 Jakarta Timur, mendapatkan penghargaan anumerta dari Badan Kepegawaian Negara sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.

Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban mendapatkan santunan. Ahli waris korban meninggal menerima Rp50 juta, ditambah Rp40 juta dari kerja sama dengan Jasaraharja Putera. Sementara korban luka mendapatkan jaminan biaya pengobatan hingga puluhan juta rupiah.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan komitmen negara dalam melindungi masyarakat.

Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan keselamatan, operasional KRL rute Cikarang dan Bekasi Timur kini telah kembali berjalan normal sejak Rabu (29/4), setelah mendapat persetujuan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memastikan layanan KRL kembali dibuka untuk melayani masyarakat.

Tragedi ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, sekaligus pengingat pentingnya keselamatan dan koordinasi dalam sistem transportasi publik di Indonesia.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas