indonews

indonews.id

Mantan Dubes RI untuk Jerman Eddy Pratomo Wafat di Usia 72 Tahun

Kabar duka datang dari dunia diplomasi Indonesia. Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman periode 2009–2013, Eddy Pratomo, meninggal dunia pada Rabu (29/4) dalam usia 72 tahun.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Kabar duka datang dari dunia diplomasi Indonesia. Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman periode 2009–2013, Eddy Pratomo, meninggal dunia pada Rabu (29/4) dalam usia 72 tahun.

Kabar wafatnya Eddy disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui unggahan di media sosial.
“Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Tuhan YME dan keluarga diberikan keikhlasan dan kesabaran,” tulis Kemlu RI.

Eddy Pratomo mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Mandaya, Tangerang, Banten. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia diplomasi dan akademik di Tanah Air.

Selain dikenal sebagai diplomat senior, Eddy juga merupakan akademisi terkemuka. Ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila sejak 2020 hingga akhir hayatnya, serta Guru Besar Hukum Laut di Universitas Diponegoro.

Sepanjang kariernya, Eddy dikenal sebagai ahli hukum internasional yang berperan penting dalam berbagai isu strategis, termasuk penguatan hubungan bilateral Indonesia–Jerman dan negosiasi batas maritim.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemlu RI, serta dipercaya sebagai utusan khusus Presiden RI untuk penetapan batas maritim Indonesia–Malaysia.

Sempat Dicalonkan Jadi Hakim Internasional

Pada Mei 2025, pemerintah Indonesia mencalonkan Eddy sebagai hakim di International Tribunal for the Law of the Sea (ITLOS) untuk masa jabatan 2026–2035.

ITLOS merupakan lembaga peradilan internasional independen yang dibentuk berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea, yang bertugas menyelesaikan sengketa terkait hukum laut, termasuk eksplorasi sumber daya, perlindungan lingkungan laut, dan isu maritim global lainnya.

Berbasis di Hamburg, Jerman, ITLOS memiliki peran penting dalam menjaga keteraturan hukum laut dunia. Pencalonan Eddy dinilai sebagai upaya Indonesia memperkuat representasi negara berkembang, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Namun, harapan tersebut pupus setelah Eddy wafat sebelum proses pemilihan hakim yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di New York, Amerika Serikat.

Mantan Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, mengenang Eddy sebagai sosok diplomat yang berdedikasi tinggi dan tak pernah lelah menuntut ilmu.

Kepergian Eddy Pratomo menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, terutama dalam bidang diplomasi dan hukum laut internasional. Dedikasi serta kontribusinya akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan diplomasi Indonesia di kancah global.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas