Mendikti Dorong Kampus Tiru Unhas Bangun Dapur MBG untuk Perkuat Program Gizi Nasional
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia meniru langkah Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam membangun satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia meniru langkah Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam membangun satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dorongan itu disampaikan Brian saat meresmikan fasilitas dapur MBG di kampus Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/4/2026). Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Brian menilai keberadaan dapur MBG di Unhas dapat menjadi contoh konkret kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas pemerintah, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai institusi yang mandiri dan solutif.
“Intinya adalah bagaimana dari perguruan tinggi bisa menjalankan peran untuk mendukung program prioritas Presiden, salah satunya program MBG,” ujarnya.
Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat langsung dalam implementasi kebijakan, termasuk dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat.
Menurut Brian, fasilitas SPPG di Unhas akan dikembangkan sebagai teaching factory yang dapat menunjang praktik lapangan dan riset mahasiswa. Selain itu, dapur MBG tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sistem MBG yang bisa direplikasi secara luas di berbagai daerah.
“SPPG ini nantinya bisa menjadi tempat praktik, penelitian, dan pengembangan lebih lanjut program MBG,” katanya.
Sementara itu, Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa Unhas menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum pertama yang mengoperasikan fasilitas SPPG. Ia mengapresiasi langkah kampus yang dinilai cepat merespons inisiatif strategis pemerintah.
“Keterbukaan kampus untuk terlibat dalam program MBG sangat penting karena teknologi, SDM, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi akan banyak manfaatnya untuk pengembangan program ini,” ujar Dadan.
Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi akan memperkuat kualitas pelaksanaan program MBG, terutama dalam aspek riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor pangan dan gizi.