Nasional

Warning Kera! Khamenei Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS Usai Trump Kirim Dua Kapal Induk

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 18/02/2026 11:11 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Ketegangan di Teluk kembali memanas. Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, memperingatkan bahwa negaranya memiliki kemampuan untuk menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Pernyataan keras itu disampaikan Khamenei pada Selasa (17/2) waktu setempat, di tengah peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat di wilayah Teluk. Langkah Washington dilakukan seiring tekanan dari Presiden AS, Donald Trump, agar Iran segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

“Kita terus mendengar bahwa mereka telah mengirim sebuah kapal perang ke arah Iran. Kapal perang tentu saja merupakan senjata berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya adalah senjata yang mampu menenggelamkannya,” ujar Khamenei dalam pidatonya, seperti dilaporkan Al Arabiya, Rabu (18/2/2026).

Ia juga menegaskan bahwa Trump tidak akan berhasil menghancurkan Republik Islam Iran.

Di sisi lain, Washington telah memerintahkan dua kapal induk ke kawasan tersebut. Kapal induk pertama, USS Abraham Lincoln, bersama hampir 80 pesawat militer, dilaporkan berada sekitar 700 kilometer dari pantai Iran pada Minggu lalu berdasarkan citra satelit. Kapal induk kedua dikirim menyusul meningkatnya tekanan dari Gedung Putih.

“Saya rasa mereka tidak ingin menanggung konsekuensi jika tidak mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan sebelum pembicaraan berlangsung.

Di tengah bayang-bayang ancaman militer, Amerika Serikat dan Iran tetap melanjutkan jalur diplomasi. Dengan mediasi Oman, kedua negara menggelar pembicaraan di kediaman duta besar Oman. Delegasi dari kedua pihak terlihat meninggalkan lokasi pada Selasa sore waktu setempat.

Teheran bersikeras agar perundingan difokuskan semata pada isu nuklir. Sementara Washington sebelumnya mendorong agar pembahasan juga mencakup program rudal balistik Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa pencabutan sanksi ekonomi yang melumpuhkan Iran harus menjadi bagian integral dari kesepakatan apa pun.

Ketegangan ini menempatkan kawasan Teluk dalam situasi siaga tinggi, dengan dunia menanti apakah diplomasi akan menang—atau justru konflik terbuka yang meletus.

Artikel Lainnya