Yogyakarta Art Book Fair Sukses Digelar, Perkuat Posisi sebagai Platform Penerbitan Mandiri di Kancah Internasional
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Yogyakarta, INDONEWS.ID - Yogyakarta Art Book Fair (YKABF) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 8–10 Mei 2026, di Langgeng Art Space, Yogyakarta. Lebih dari sekadar perhelatan tahunan, YKABF terus menegaskan dirinya sebagai inisiatif kolektif yang menghidupkan praktik penerbitan dan percetakan mandiri, yang berangkat dari komunitas, dan kini berkembang menjadi bagian dari percakapan global.
Selama penyelenggaraan, YKABF 2026 disambut dengan antusiasme tinggi. Lebih dari 2500 pengunjung dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, akademisi, hingga pelaku industri kreatif, memadati area pameran, mengikuti rangkaian program, serta berinteraksi langsung dengan para seniman dan penerbit. Atmosfer yang terbentuk terasa hangat dan terbuka, mencerminkan semangat kolektif YKABF 2026 sebagai ruang pertemuan antara ide, praktik, dan eksplorasi material dalam bentuk art book dan zine.
Bagi para exhibitor, YKABF 2026 menjadi ruang yang tidak hanya mempertemukan karya dengan audiens, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru. Lazy Sunday Zine Club dari Indonesia mengungkapkan, “Ini adalah kedua kalinya kami ikut YKABF, dan selalu jadi pengalaman yang menyenangkan karena kami bisa bertemu banyak seniman dari berbagai latar belakang. Di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang, kolaborasi lintas industri jadi penting untuk membuka ide-ide baru sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas. Lewat zine, kami juga ingin menunjukkan bahwa medium ini bisa sangat bebas dan tetap bisa diakses oleh banyak orang.”
Dinamika tersebut semakin diperkaya oleh kehadiran partisipan internasional yang membawa perspektif regional yang beragam. Fai dari Melayu Palsu (Malaysia) menilai bahwa pertemuan lintas negara di YKABF 2026 memperluas ruang dialog, “Dengan kehadiran praktisi dari berbagai negara, percakapan di sini terasa lebih luas. Publik yang hadir juga sangat terbuka dan antusias untuk engage langsung dengan exhibitor. Di tengah perkembangan digital, kami ingin menegaskan bahwa print is not dead, dan praktik zine di Asia Tenggara akan terus bertahan dan berkembang.”
Hal serupa juga disampaikan oleh kolektif lintas negara Master Zen’s Vault of Wushu Wishery (CN/JP/US/ID), yang melihat YKABF sebagai ruang pertukaran perspektif global. “Sebagai kolektif dengan anggota dari berbagai negara, kami melihat bagaimana perspektif global bisa memberi nilai baru bagi komunitas lokal. Pertemuan lintas wilayah seperti di YKABF membuka ruang untuk saling memahami, baik dalam cara berkarya maupun dalam menghadapi situasi yang berbeda,” ujarnya.
Kehadiran praktisi internasional seperti Pixie Tan (Singapura) turut memperkuat jaringan regional yang terbangun. Melalui sesi workshop yang berlangsung dalam suasana intim di ruang terbuka, ia menyoroti pentingnya koneksi yang lahir dari pertemuan langsung. “Ini adalah platform yang sangat berharga untuk membangun koneksi baru di kawasan Asia Tenggara. Kami melihat potensi kolaborasi jangka panjang dari pertemuan-pertemuan seperti ini,” ungkapnya.
Dari sisi penyelenggara, YKABF 2026 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dari segi partisipasi maupun keterlibatan publik. Syafiatudina, Fair Director YKABF 2026, menyampaikan, “Kami melihat YKABF bukan hanya sebagai sebuah acara, tetapi sebagai ekosistem yang terus berkembang. Tahun ini, kami sangat senang melihat bagaimana publik semakin terbuka terhadap praktik penerbitan independen, dan bagaimana percakapan yang terjadi menjadi semakin luas.”
Keberhasilan ini menjadi landasan penting bagi langkah YKABF ke depan. Tidak hanya dalam memperluas jangkauan internasional, tetapi juga dalam memperdalam perannya sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan praktik kreatif yang inklusif.
Menatap 2027 dan seterusnya, YKABF membawa visi untuk memperbesar skala penyelenggaraan, menghadirkan lebih banyak kolaborator lintas disiplin dan lintas negara, serta menjangkau audiens yang semakin beragam. Lebih dari itu, YKABF berkomitmen untuk terus berkembang sebagai platform global yang tidak hanya merayakan praktik penerbitan mandiri, tetapi juga mendorong lahirnya percakapan dan kolaborasi baru dalam ekosistem kreatif kontemporer.