Liburan Berujung Maut, Dua Turis Austria Tewas Terjatuh dari Jembatan di Cunca Wulang
Dua wisatawan asal Austria dilaporkan tewas saat berkunjung ke destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (24/5/2026). Keduanya meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung yang menjadi akses menuju lokasi air terjun.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Dua wisatawan asal Austria dilaporkan tewas saat berkunjung ke destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (24/5/2026). Keduanya meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung yang menjadi akses menuju lokasi air terjun.
Korban diketahui bernama Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57). Keduanya diduga merupakan pasangan suami istri yang tengah menikmati liburan di kawasan wisata daratan Labuan Bajo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua turis tersebut jatuh dari jembatan gantung setinggi sekitar 20 meter dan menghantam bebatuan di bawahnya. Jembatan yang terbuat dari papan kayu itu memiliki panjang sekitar 50 meter dan menjadi jalur utama menuju Air Terjun Cunca Wulang.
Dari foto yang beredar, terlihat kedua korban tergeletak di bebatuan di bawah jembatan. Diduga, insiden terjadi akibat kondisi papan kayu jembatan yang sudah rusak. Tampak adanya lubang pada bagian jembatan tempat korban terjatuh.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi lengkap terkait kronologi kejadian.
“Benar ada dua wisatawan asing yang meninggal dunia saat berkunjung ke Cunca Wulang. Saat ini kami masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut,” ujar Peter.
Air Terjun Cunca Wulang merupakan salah satu destinasi wisata alam populer di kawasan Manggarai Barat yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan setempat. Lokasi ini dikenal dengan panorama air terjun dan tebing batu yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kronologi
Atas peristiwa ini pemandu lokal yang mendampingi rombongan wisatawan disebut menjadi saksi utama dalam insiden itu. Ia mengatakan keterangan awal, rombongan wisatawan sebelumnya sempat melintas tanpa kendala.
Namun saat giliran rombongan wisatawan asal Austria melintas, jembatan mendadak roboh. Menurut Benediktus, kondisi jembatan sebelumnya dinilai masih layak digunakan. Ia menyebut kerusakan pada bagian penyangga tidak terlihat dari permukaan.
“Secara kasat mata jembatan masih layak dilintasi karena bagian penyangga yang usang tidak terlihat dari atas. Apalagi jembatan ini sudah pernah direnovasi pada tahun 2023,” katanya.
Ia menduga ambruknya jembatan dipicu beban berlebih yang menyebabkan bagian penyangga patah.