Finis di Peringkat 10 Premier League, Pelatih Akui The Blues Tidak Konsisten Musim Ini
Pencapaian Chelsea yang finis di posisi 10 Premier League musim ini jauh dari harapan.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID- Pencapaian Chelsea yang finis di posisi 10 Premier League musim ini jauh dari harapan.
Pelatih sementara Chelsea Callum McFarlane pun mengakui kalau penampilan The Blues musim ini tidak konsisten.
Menurut dia, buruknya Chelsea musim ini adalah karena kurang konsistennya penampilan
.Inkonsistensi penampilan Chelsea berakhir pada kegagalan mereka bermain di kompetisi Eropa musim depan setelah finis posisi 10 klasemen Liga Inggris dengan 52 poin.
“Kami seharusnya finis jauh lebih tinggi di klasemen. Dengan kualitas pemain yang kami miliki," McFarlane, dikutip dari laman resmi Chelsea, Selasa (26/5).
"Kami seharusnya berada di Liga Champions. Kami terlalu tidak konsisten musim ini dan pada akhirnya itu merugikan kami," katanya.
Kegagalan Chelsea menembus kompetisi Eropa karena kekalahan 1-2 yang mereka derita dari tuan rumah Sunderland pada laga terakhir.
Kekalahan dari Sunderland merupakan laga tanpa kemenangan kedelapan yang dialami Si Biru dalam sembilan laga terakhirnya di liga.
Dari sembilan laga terakhir ini, penampilan terbaik Chelsea adalah meraih kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspurs.
McFarlane mengakui timnya memang tidak cukup baik untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan di Stadium of Light.
Kendati demikian, ia tetap memuji usaha dan komitmen para pemain selama dirinya menjadi pelatih interim sebelum kursi pelatih kepala diserahkan kepada Xabi Alonso musim depan.
"Suasana di ruang ganti jelas penuh kekecewaan. Kami ingin menang hari ini dan memaksimalkan situasi yang buruk dengan lolos ke Liga Europa," kata dia.
Sementara itu, kemenangan ini memastikan Sunderland yang berstatus sebagai tim promosi musim ini, finis di posisi ketujuh klasemen akhir Liga Inggris dengan koleksi 54 poin.
Dengan kemenangan ini, Sunderland menyegel tiket bermain di Liga Europa musim depan.
Liga Europa merupakan kompetisi Eropa pertama untuk Sunderland setelah tak bermain di kompetisi di benua biru ini selama lebih 50 tahun.
Sebagai pelatih, Regis le Bris mengatakan tiket bermain di Eropa adalah wujud ambisi klub yang mempertahankan performa apiknya setelah promosi.
"Rasanya luar biasa dan ini menunjukkan bahwa kami mempertahankan standar tinggi kami hingga akhir, " kata Le Bris, pelatih asal Prancis itu.
"Tiga atau empat pertandingan terakhir menunjukkan bahwa kami masih ambisius, itu fantastis," tutup dia.