indonews

indonews.id

PSI Jawab Sindiran PDIP, Sebut Jokowi Tak Pernah Terbuka Dukung Partai Saat Jadi Presiden

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merespons pernyataan politikus PDIP Guntur Romli yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mampu membantu PSI saat masih menjabat presiden, terlebih setelah tak lagi berada di pemerintahan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merespons pernyataan politikus PDIP Guntur Romli yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mampu membantu PSI saat masih menjabat presiden, terlebih setelah tak lagi berada di pemerintahan.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menegaskan bahwa selama menjabat sebagai presiden, Jokowi memang tidak pernah secara terbuka menyatakan dukungan kepada PSI, meskipun partai tersebut kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.

“Memang pada waktu itu Pak Jokowi kan tidak menolong PSI, dan beliau tidak pernah menyatakan,” kata Bestari saat dihubungi, Kamis (28/5).

Menurut Bestari, sikap Jokowi kala itu merupakan bentuk kenegarawanan untuk menjaga stabilitas politik nasional. Ia menilai Jokowi sengaja tidak menunjukkan keberpihakan politik secara terbuka demi menghindari polemik selama masih memimpin negara.

Bestari bahkan menyebut efek elektoral atau coattail effect Jokowi pada periode tersebut justru lebih banyak menguntungkan PDIP sebagai partai lama tempat Jokowi bernaung.

“Nah kalau dulu karena beliau tidak pernah menyatakan beliau itu di PSI, karena beliau sangat negarawan demi menjaga stabilitas politik nasional, yang tidak disadari itu oleh Guntur Romli, maka efek ekor jas itu jatuh kepada partainya yang lama, PDI itu,” ujarnya.

Meski demikian, Bestari menilai situasi politik kini telah berubah. Ia menyebut Jokowi sudah beberapa kali menyampaikan kesiapan untuk membantu PSI secara terbuka, sesuatu yang diyakini akan memberi dampak positif terhadap elektabilitas partai ke depan.

“Bahkan yang silent voters itu pun mulai bergeming, mulai berpikir ‘Oh ternyata Pak Jokowi sekarang sudah PSI’,” katanya.

Sebelumnya, PDIP melalui Juru Bicaranya, Guntur Romli, menanggapi kabar yang menyebut Jokowi bakal ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Guntur meyakini kehadiran Jokowi tidak akan memberi pengaruh signifikan bagi partai tersebut.

Menurut Guntur, saat masih menjabat sebagai presiden sekalipun, Jokowi dinilai gagal membantu PSI lolos ke parlemen, sehingga pengaruhnya saat ini dianggap semakin terbatas.

“Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa,” kata Guntur Romli saat dihubungi pada Selasa (26/5).

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas