Sekjen: Pertemuan Prabowo-Megawati Bahas Arah Strategis Masa Depan Bangsa
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, berharap pertemuan antara Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dapat menjadi momentum membahas berbagai isu strategis terkait arah masa depan bangsa dan negara.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, berharap pertemuan antara Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dapat menjadi momentum membahas berbagai isu strategis terkait arah masa depan bangsa dan negara.
Harapan tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6).
“Beliau adalah Presiden Kelima yang memiliki banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan personal dengan Presiden Prabowo, sehingga pertemuan itu diharapkan membahas berbagai hal strategis terkait arah bangsa dan negara ke depan,” ujar Hasto.
Menurut Hasto, hubungan antara Prabowo dan Megawati selama ini terjalin baik dan dilandasi komitmen yang sama dalam menjaga persatuan nasional serta memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Keakraban keduanya terlihat saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin. Usai upacara, Prabowo dan Megawati tampak meninggalkan lokasi sambil tersenyum dan bergandengan tangan sebagaimana terlihat dalam siaran daring.
“PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila,” kata Hasto.
Ia menilai suasana hangat tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.
Menurut Hasto, komunikasi, rasa hormat, dan hubungan baik antara kedua tokoh nasional itu menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan nasional.
“Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan penghormatan satu sama lain sebagai tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap masa depan Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintahan Prabowo, mulai dari persoalan ekonomi, fiskal, tata kelola pemerintahan, hingga persoalan sosial.
Ia menyebut sebagian persoalan tersebut merupakan akumulasi masalah yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk warisan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya, khususnya pada periode kedua pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
“PDI Perjuangan memandang penting adanya objektivitas dalam melihat situasi nasional. Karena itu dibutuhkan semangat persatuan nasional dan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk membantu pemerintah mencari solusi terbaik,” kata Hasto.
Lebih lanjut, Hasto menilai momentum Hari Lahir Pancasila seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat dialog kebangsaan, mempererat persaudaraan antarkomponen bangsa, serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.
“Pancasila mengajarkan kita untuk membangun persatuan dalam keberagaman. Dalam semangat itulah hubungan baik antara Presiden Prabowo dan Ibu Megawati harus dimaknai sebagai energi positif bagi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tutupnya.