indonews

indonews.id

Masyarakat Diimbau Lepas Dolar, Dasco Sebut Pemerintah Siapkan Strategi Khusus Perkuat Rupiah

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan strategi khusus untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah tersebut disebut mulai diterapkan dalam waktu dekat, bahkan diperkirakan berdampak pada penguatan rupiah pekan depan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan strategi khusus untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah tersebut disebut mulai diterapkan dalam waktu dekat, bahkan diperkirakan berdampak pada penguatan rupiah pekan depan.

Dasco mengatakan optimisme terhadap penguatan rupiah tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah yang dinilai turut memengaruhi sentimen pasar.

“Saya pikir kan kepercayaan terhadap pemerintah juga semakin kuat, sehingga itu juga berpengaruh terhadap pasar dan juga terhadap penguatan nilai tukar rupiah. Nah, saya pikir kerja-kerja pemerintah akan terus dilakukan,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia mengaku menerima informasi bahwa pemerintah sedang menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat nilai tukar mata uang nasional.

“Saya juga mendapatkan informasi dari pihak pemerintah bahwa dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar akan, dan saya yakini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat,” ujarnya.

Dengan keyakinan tersebut, Dasco bahkan mengimbau masyarakat yang saat ini menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan melepas kepemilikannya sebelum rupiah menguat.

“Ya mungkin bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas,” tuturnya.

Ia meyakini rupiah akan menunjukkan penguatan mulai pekan depan. Karena itu, Dasco kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terlambat mengambil keputusan terkait simpanan dolar.

“Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data pasar, nilai tukar dolar AS tercatat masih menguat terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi. Mengutip data Bloomberg, per pukul 09.11 WIB, dolar AS berada di level Rp17.959 atau naik 15,5 poin (0,09 persen) dibanding perdagangan sebelumnya.

Di pasar global, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama cenderung bervariasi. Mata uang Negeri Paman Sam tercatat melemah terhadap dolar Australia, euro, dolar Singapura, yen Jepang, dan baht Thailand. Namun, dolar AS masih menguat terhadap yuan China dan ringgit Malaysia.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas