Lampaui Rekornas Ayu Ariandani, Atlet Papua Kresensia Mobok Dipuji Luhut Pandjaitan
Lampaui Rekornas Ayu Ariandani, Atlet Papua Kresensia Mobok Dipuji Luhut Pandjaitan
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID- Kresensia Mobok Ndiken, atlet binaan Papua Athletics Center (PAC) meraih medali perak pada The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026.
Kresensia meraih medali perak usai sukses mentat lemparan 44,72 meter The ICTSI yang digelar di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, 10–14 Juni.
Dengan pencapaian lemparan 44,72 meter itu, Kresensia melampaui rekor nasional yang ditorehkan Ayu Ariandani pada 2009.
Kala itu Ayu Ariandani mampu mencapai lemparan sejauh 43,20 meter dan sejak 2009 belum ada atlet yang memecahkan rekornya.
Rekor ini kemudian dipatahkan atlet asal Papua Kresensia di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina.
Atas pencapaian ini, Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan memberikan apresiasi kepada Ariandani.
Luhut mengatakan pecahnya rekor nasional U-20 lempar lembing putri yang telah bertahan 17 tahun oleh Kresensia menjadi bukti bahwa bakat atletik Papua berkembang jika dibina secara terstruktur.
“Ini membuktikan bakat alam Papua mampu melompat jauh jika dibina secara terstruktur,” kata Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/6).
Luhut mengatakan pencapaian tersebut juga menunjukkan program desentralisasi pembinaan atletik melalui Papua Athletics Center atau PAC mulai memberi dampak terhadap prestasi atlet daerah.
PAC membawa pulang empat medali dari ajang tersebut, yakni dua emas, satu perak, dan satu perunggu.
Dua medali emas dipersembahkan Elizabeth Martha Putri Baminggen dari tolak peluru senior putri dengan tolakan 13,24 meter dan Kristostomus Kaize dari lempar lembing putra U-18 dengan 65,72 meter.
Satu medali perunggu diraih Silfanus Ndiken pada nomor lempar lembing senior putra setelah membukukan lemparan 67,81 meter.
Kresensia menunjukkan peningkatan performa sejak bergabung dengan PAC.
Sebelum mencatatkan 44,72 meter di Filipina, ia membukukan lemparan 41,15 meter saat meraih perunggu Singapore Open 2026 dan 40,44 meter ketika merebut emas Jatim Open 2026.
Prestasi Kresensia juga meneruskan jejak keluarganya di cabang atletik.
Ia merupakan putri dari Timotius Sokai Ndiken, mantan atlet dasa lomba Indonesia asal Merauke yang pernah enam kali tampil dalam SEA Games.
Timotius pernah meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dasa lomba pada SEA Games 1993 di Singapura.