indonews

indonews.id

Mantan KSAL Laksamana Achmad Sutjipto Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Achmad Sutjipto, meninggal dunia pada Kamis (18/6) dalam usia 81 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun resmi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Achmad Sutjipto, meninggal dunia pada Kamis (18/6) dalam usia 81 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun resmi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

"Turut berduka cita atas wafatnya Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto," demikian unggahan Korps Marinir TNI AL melalui media sosial resminya.

Almarhum disemayamkan di kediamannya di kawasan Kodamar Kelapa Gading, Jakarta Utara. Jenazah selanjutnya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan orang nomor satu di TNI AL tersebut.

"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka ini," kata Dave dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).

Menurut Dave, Achmad Sutjipto merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pengabdian kepada negara melalui TNI Angkatan Laut. Ia menilai kontribusi almarhum berperan penting dalam pembangunan kekuatan pertahanan nasional, khususnya di lingkungan TNI AL.

"Kontribusi yang telah beliau berikan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan kekuatan pertahanan nasional, khususnya di lingkungan TNI Angkatan Laut," ujarnya.

Dave menambahkan, kepergian Achmad Sutjipto menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar TNI, dunia kemaritiman Indonesia, serta bangsa secara keseluruhan. Namun, nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdiannya dinilai akan terus menjadi teladan bagi generasi penerus.

Achmad Sutjipto lahir pada 12 Mei 1945 dan merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1969. Selama karier militernya, ia menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari komandan kapal perang, Komandan Satuan Tugas Pengalihan Kapal Bekas Jerman Timur TNI AL, hingga Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur.

Kariernya terus menanjak setelah dipercaya menjadi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Asisten Perencanaan dan Anggaran KSAL, serta Komandan Jenderal Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

Pada 1999, Achmad Sutjipto menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut sebelum akhirnya dipercaya menjadi KSAL pada Juli tahun yang sama. Ia memimpin TNI AL selama sekitar 14 bulan hingga mengakhiri masa dinasnya pada Oktober 2000 dengan pangkat terakhir laksamana.

Setelah pensiun dari militer, Achmad Sutjipto tetap aktif di berbagai bidang, termasuk dunia usaha dan olahraga. Ia pernah menjabat Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia periode 2007-2016 dan Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) pada 2015-2017. Di bawah kepemimpinannya, cabang olahraga dayung Indonesia mencatat sejumlah prestasi di tingkat Asia dan turut menyumbang medali pada ajang Asian Games.

Wafatnya Achmad Sutjipto menambah daftar tokoh militer senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan kekuatan pertahanan dan kemaritiman Indonesia.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas