indonews

indonews.id

KAMPUS DEMOKRASI OBAMA

KAMPUS DEMOKRASI OBAMA

Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut

Oleh:  JIMMY H SIAHAAN

Pesan Leo Tolstoy: “Aku duduk di punggung seseorang, mencekiknya dan membuatnya menggendongku, namun meyakinkan diriku sendiri dan orang lain bahwa inspiratif tentang kemunafikan, ketidakadilan sosial, tanggung jawab moral, dan mengapa Anda harus mengubah simpati menjadi tindakan oleh penulis dan filsuf Rusia yang dikenal karena Perang dan Perdamaian dan Anna Karenina.

Pesan kuat bertajuk "Do Something" (Lakukan Sesuatu) dan menekankan pentingnya harapan serta kerja keras dalam dunia politik.

Michell Obama, tahun 2024 di Chicago, menekankan bahwa jika masyarakat merasa cemas, lelah, atau kecewa, mereka tidak boleh hanya duduk diam dan mengeluh. 

Sebaliknya, ia mendesak semua orang untuk turun tangan dan "Do something" (melakukan sesuatu). Ia juga menyoroti nilai-nilai kerja keras, dengan menyatakan bahwa jika kita dihadapkan pada sebuah gunung, kita harus menundukkan kepala dan mulai bekerja bukan berharap adanya eskalator. Untuk melihat kembali momen bersejarah dan kutipan paling kuat dari pidato tersebut.

Pesan krusial yang ia sampaikan meliputi, "Kekuatan Harapan".
Ia menyatakan bahwa "harapan sedang kembali" untuk mengatasi ketakutan dan perpecahan.

Melawan Politik "Kecil": Ia mengecam retorika politik yang picik dan memecah belah, dengan menyebut bahwa tindakan semacam itu "tidak layak menjadi presiden".

Michell mengatakan pujian bahwa sang suami adalah "you were unflappble". Dalam acara pembukaan kampus Demokrasi di Chicago.

Unflappable adalah kata sifat (adjective) yang berarti tetap tenang, terkendali, dan tidak mudah gugup atau panik, bahkan dalam situasi yang sulit, berbahaya, atau penuh tekanan.

Seseorang yang memiliki sifat ini mampu berpikir jernih dan tidak mudah terpengaruh oleh kekacauan.

Ciri-ciri orang "unflappable". Tetap tenang saat menghadapi krisis atau keadaan darurat.

Tidak mudah marah atau bingung. Kepercayaan diri. Pembawaannya membuat orang di sekitarnya merasa aman.

Saat Ekonomi Amerika terpuruk, Obama tampil bagaikan  "Despite the chaos, the pilot remained completely unflappable." (Meskipun terjadi kekacauan, pilot tersebut tetap tenang sepenuhnya.)

Demikian juga dengan Michelle dia juga adalah seorang pendamping suami dengan julukan yang serupa, "Her unflappable demeanor helped calm everyone." (Pembawaannya yang tenang membantu menenangkan semua orang.) 

Kampus Demokrasi

Mantan Presiden AS Barack Obama memberikan pidato penting di Chicago pada 18 Juni 2026, dalam peresmian pembukaan Obama Presidential Center di South Side. 

Dalam pidato tersebut, ia merefleksikan awal mula perjalanan hidupnya di kota itu dan mendesak warga Amerika untuk menolak keputusasaan di tengah iklim politik yang penuh perpecahan.

Obama mengingatkan masyarakat untuk tidak menyerah pada keputusasaan dan menekankan bahwa demokrasi membutuhkan komitmen, nilai-nilai bersama, dan kepercayaan antar sesama.

Ia merancang pusarannya bukan sebagai museum tradisional, melainkan sebagai pusat komunitas dan ruang berkumpul yang bertujuan menginspirasi pemimpin generasi penerus.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah mantan Presiden dan Ibu Negara AS, termasuk Bill & Hillary Clinton, George W. & Laura Bush, serta Joe & Jill Biden. 

Untuk saya, pusat ini tidak bisa berada di tempat lain," ujar Obama kepada para pengunjung dalam upacara pembukaan. "Ini adalah ungkapan terima kasih, sebuah pengakuan bahwa begitu banyak hal yang paling saya hargai, saya dapatkan dari orang-orang di kota ini dan orang-orang di lingkungan sekitarnya."

Obama menegaskan pusat ini dirancang agar anggota komunitas dan pengunjung dapat berkumpul untuk menciptakan perubahan, sehingga tempat ini tidak dibuat sebagai "mausoleum yang tak bernyawa".

"Kami ingin tempat ini menjadi perayaan komunitas yang dinamis dan hidup. Tempat di mana kita bisa belajar bersama dan berbagi kegembiraan dalam seni, musik, olahraga, dan permainan," tambahnya.

"Kami ingin Anda datang ke sini dan menyimpan ponsel Anda, lalu berbicara, tertawa, dan menangis. Jalin pertemanan baru, kotori tangan Anda di kebun saya, taruh bayi Anda di ayunan di taman bermain, lakukan piknik romantis di Great Lane," kata Michelle.

Ia menambahkan, "Karena itulah kerja demokrasi: menjadi tetangga yang baik, merawat ruang publik. Bagaimana kita senang menikmati kebersamaan satu sama lain, melepaskan diri dari isolasi dan perpecahan yang telah merayap terlalu dalam ke dalam hidup kita."

Pemimpin Demokrasi

Jalan menuju keadilan di alam semesta moral itu panjang, tetapi pada akhirnya akan mengarah pada keadilan.”

Dengan mengutip pernyataan pendeta Theodore Parker yang dipopulerkan oleh Martin Luther King Jr., Obama menyebut bahwa "lengkungan moral alam semesta itu panjang, tapi ia membungkuk ke arah keadilan" (the arc of the moral universe is long, but it bends towards justice).

Ini adalah kutipan yang sering dikutip oleh Dr. Martin Luther King Jr., tetapi asalnya dari khotbah seorang pendeta di Boston lebih dari 170 tahun yang lalu. 

Dan pada saat itu, perjuangan penghapusan perbudakan tampaknya telah kalah, kompromi tahun 1850 telah menjadikan tindakan melindungi budak buronan sebagai kejahatan menurut hukum federal, bahkan di negara-negara bagian yang telah menghapus perbudakan.

Dan dalam kasus yang menarik perhatian nasional, seorang buronan muda di Boston ditangkap, diadili, dan digiring ke dermaga oleh ratusan petugas bersenjata, di mana ia langsung dinaikkan ke kapal yang menuju ke selatan, tempat ia akan tetap berada dalam belenggu dan rantai.

Dan itu adalah momen ketidakpastian dan keputusasaan yang mendalam. Sebuah momen yang oleh sang pendeta disebut lebih kelam daripada yang pernah disaksikan New England.

“Kita tidak melihat,” ujar Pendeta Theodore Parker, “Keadilan selalu ditegakkan di bumi.”

“Banyak orang jahat yang kaya, berwibawa, dan dihormati, sementara orang yang adil miskin, dibenci, dan menderita siksaan.”

“Saya tidak berpura-pura,” kata pendeta itu, “memahami alam semesta moral. Jalannya sangat panjang.”

Jangkauan pandangan mataku terbatas. Aku tak dapat menghitung kelengkungan dan melengkapi bentuknya hanya dengan pengalaman penglihatan; aku dapat memahaminya melalui hati nurani, tetapi dari apa yang kulihat, aku yakin bentuknya condong ke arah keadilan.”

Pendeta yang baik itu tidak memiliki ilusi tentang bahaya dan rintangan yang dihadapi oleh perjuangan para abolisionis. Kata-katanya tidak menawarkan jawaban mudah, tidak ada jaminan yang menenangkan bahwa dia atau jemaatnya akan hidup untuk melihat kemajuan yang sangat mereka dambakan.

Sebaliknya, itu adalah pernyataan iman, seruan yang menantang, bukan untuk meninggalkan harapan atau menyerah pada rasa takut, tetapi untuk tetap setia pada diri kita yang lebih baik, dan setia satu sama lain, dan untuk terus berjuang, untuk memenuhi janji bangsa ini, bahkan di tengah kekejaman dan kekecewaan yang pahit, bahkan di tengah rintangan yang mustahil. 

"We need leaders not in love with Money but in love with Justice. Not in love with Publicity but in love with Humanity"

Pesan dari  Dr Martin Luther King Jr bahwa, Kita membutuhkan pemimpin yang tidak mencintai uang tetapi mencintai keadilan. 

Tidak mencintai publisitas tetapi mencintai kemanusiaan. Sebuah pesan bagi para pemimpin Demokrasi.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas