indonews

indonews.id

Israel Klaim Hamas Masih Punya 25.000 Pejuang dan Unit Elite Nukhba di Gaza

Otoritas keamanan Israel menilai kelompok perlawanan Palestina, Hamas, masih mempertahankan sebagian besar kekuatan militernya di Jalur Gaza meski perang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun dan serangan militer Israel menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Otoritas keamanan Israel menilai kelompok perlawanan Palestina, Hamas, masih mempertahankan sebagian besar kekuatan militernya di Jalur Gaza meski perang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun dan serangan militer Israel menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.

Menurut penilaian keamanan Israel yang dilaporkan lembaga penyiaran publik Israel, Kan, pada Rabu (15/7), Hamas diperkirakan masih memiliki sekitar 25.000 kombatan di Gaza.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.500 orang disebut merupakan anggota unit elite Hamas, Nukhba.

Sebelum perang pecah di Jalur Gaza, Hamas diperkirakan memiliki sekitar 35.000 pejuang, termasuk sekitar 5.000 anggota unit Nukhba. Dengan demikian, penilaian terbaru otoritas Israel menunjukkan bahwa Hamas masih mempertahankan sebagian besar kekuatan militernya.

Otoritas keamanan Israel juga dilaporkan mengamati peningkatan eksekusi terhadap orang-orang yang dituduh menentang Hamas atau bekerja sama dengan Israel.

Namun, menurut laporan Kan, eksekusi tersebut kini tidak lagi dilakukan secara terbuka seperti sebelumnya. Pertemuan dan pembunuhan terhadap para tersangka disebut dilakukan secara rahasia di lokasi tertutup.

Sejumlah lokasi yang diduga digunakan antara lain ruang bawah tanah rumah sakit dan tempat-tempat tersembunyi lainnya. Langkah tersebut diduga dilakukan untuk menghindari kritik publik di dalam negeri serta mencegah insiden tersebut terdokumentasi.

Dalam laporan terpisah, Kan juga mengutip informasi mengenai pertemuan antara para pemimpin Hamas dan pejabat Iran di sela-sela pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Dalam pertemuan tersebut, Hamas disebut menyerahkan dokumen yang berisi sejumlah permintaan kepada Teheran.

Salah satu permintaan Hamas adalah dukungan berupa “payung diplomatik” untuk memperkuat posisi kelompok tersebut dalam negosiasi mendatang.

Hamas juga disebut meminta Iran menggunakan pengaruh regional dan internasionalnya untuk memperkuat posisi tawar kelompok tersebut dalam proses perundingan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas