Penyebab Ledakan Tambang Batu Bara Tewaskan 34 Penambang, Operasi Evakuasi Berlanjut
Ledakan gas metana di sebuah tambang batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan, menewaskan sedikitnya 34 penambang. Insiden yang terjadi pada Kamis (30/7/2026) itu kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja di wilayah pertambangan yang selama ini kerap mengalami kecelakaan fatal.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Ledakan gas metana di sebuah tambang batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan, menewaskan sedikitnya 34 penambang. Insiden yang terjadi pada Kamis (30/7/2026) itu kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja di wilayah pertambangan yang selama ini kerap mengalami kecelakaan fatal.
Otoritas Manajemen Bencana Provinsi Balochistan menyatakan hingga Jumat (31/7/2026), tim penyelamat telah mengevakuasi 34 jenazah dari lokasi tambang yang berada di dekat ibu kota provinsi tersebut. Operasi pencarian masih berlangsung karena sejumlah penambang dilaporkan masih terjebak di bawah tanah.
"Menurut informasi yang diterima dari tim yang dikerahkan, 34 jenazah telah ditemukan," kata otoritas setempat, seperti dikutip CNA, Sabtu (1/8/2026).
Otoritas menambahkan operasi penyelamatan gabungan masih dilakukan untuk menemukan dan mengevakuasi para penambang yang belum berhasil keluar dari area tambang.
Ledakan diduga dipicu akumulasi gas metana di dalam tambang. Sejumlah saksi mengatakan para pekerja yang berada di sekitar lokasi berupaya masuk ke dalam tambang untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka sesaat setelah ledakan terjadi.
Namun, upaya penyelamatan tersebut justru memakan korban tambahan.
"Para penambang lainnya turun ke tambang setelah ledakan untuk operasi penyelamatan, tetapi mereka juga tewas," ujar seorang pekerja tambang di lokasi, Ahmed Zada.
Kecelakaan di sektor pertambangan bukan merupakan peristiwa baru di Balochistan. Serikat pekerja dan para penambang selama ini berulang kali mendesak pemerintah memperketat standar keselamatan kerja serta meningkatkan pengawasan terhadap penerapan regulasi di industri pertambangan.
Balochistan merupakan provinsi terbesar di Pakistan berdasarkan luas wilayah sekaligus yang termiskin secara ekonomi. Meski tertinggal dalam berbagai indikator pembangunan, provinsi tersebut memiliki cadangan sumber daya alam yang melimpah, termasuk batu bara, emas, dan tembaga, sehingga menjadi salah satu pusat aktivitas pertambangan di negara itu.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan, sementara tim penyelamat terus berupaya menjangkau para penambang yang diduga masih terjebak di dalam tambang.